ABSTRACT Translation of a text has often meaning changes between source language and target language. One of the samples is the translation of proverbs, especially English proverbs which are translated into Indonesian proverbs. It happens because there is one of translation theories which allows the changes, it is a free translation. This analysis aims to describe the causes and reasons why the changes can be accepted by Indonesia people when they read the text. This paper uses method of comparison between method of foregrounding and method of automatization because it focuses on the both proverbs. The result of analysis shows that the tendency in choosing automatization than foregrounding because of the different background such as social, culture, place, and to show the value of aesthetics.  ABSTRAK Dalam teks terjemahan sering ditemukan ketidaksesuain arti antara bahasa sumber dengan bahasa sasaran. Salah satu contohnya yaitu pada terjemahan peribahasa bahasa Inggris ke bahasa Indonesia. Hal itu terjadi karena memang dalam salah satu metode terjemahan ada yang dinamakan terjemahan bebas yang mengijinkan ketidaksesuaian itu. Kajian ini bertujuan untuk mengungkap sebab-sebab dan alasan-alasan kenapa hal itu diterima oleh para pengguna bahasa Indonesia ketika mereka membaca teks terjemahan tersebut. Metode yang digunakan ialah perbandingan metode foregrounding dengan metode aoutomatization karena pembahasan ini difokuskan pada kedua peribahasa bahasa Inggris dan bahasa Indonesia. Hasil analisis menunjukan bahwa kecenderungan menggunak\