Jawabanmu

2014-09-09T14:25:25+07:00
Gak akan bisa namanya aj  ud limbah mana mungkin bisa di buat menjadi bermanfaat
2014-09-09T14:28:35+07:00
Air limbah rumah tangga saat itu dialirkan lewat saluran riool atau pipa-pipa sepanjang 14 km serta saluran parit kecil di sepanjang Jalan Inhofftank menuju IPAL mhofftank. Di tempat ini limbah diendapkan dan diolah sehingga bisa dimanfaatkan untuk menghasilkan biogas. Hasil energi ini dipakai untuk bahan bakar bis-bis sekolah, sedangkan sedimennya diolah lagi menjadi pupuk organik yang tak berbau. Air yang telah diolah sehingga bersih dari bakteri dan kandungan berbahaya lainnya dikeluarkan langsung ke sungai Ci Tepus yang mengalir tak jauh dari lokasi IPAL. Sisa menara kontrol dan kolam penampungan. Tabung-tabung penampung gas. Gambar ukur kedalaman Imhofftank. Salah satu pintu air tempat pembuangan air hasil IPAL Imhofftank yang sudah bersih ke Sungai Ci Tepus. Pintu air Sungai Ci Tepus saat ini Di kawasan IPAL ini terdapat beberapa kolam penampungan dengan masing-masing satu menara kontrol dan lab dengan kedalaman 11m yang dipenuhi pipa-pipa untuk mengalirkan gas. Kondisinya saat ini hanya tinggal puing satu menara, sedangkan kawasan lainnya sudah rata dengan tanah. Di atas bekas lahannya sudah banyak berdiri rumah-rumah sederhana. Malah sebagian tembok penampungan yang masih berlumpur pun dijadikan pondasi rumah panggung yang dibangun oleh penduduk baru yang datang sejak IPAL ini tidak dikelola lagi pada tahun 1980-an. Menurut Pak Ate Suparman yang saat ini tinggal di salah satu kamar bekas menara kontrol dan lab IPAL Imhofftank, dulu pupuk hasil olahan kawasan IPAL imhofftank ini sangat diminati oleh para petani sayuran di Ciwidey, Pangalengan, dan Lembang, melebihi pupuk-pupuk bahan kimia. Orang tua dari Pak Ate ini adalah salah seorang karyawan IPAL Imhofftank pada sekitar tahun 1960-1970an. Pernah ada wacana untuk mengaktifkan kembali IPAL imhofftank ini, tapi mengingat sistem IPAL imhofftank ini tidak terlalu besar daya tampungnya untuk masa kini, maka rencana itu tidak direalisasikan. Saat ini kota Bandung sudah punya IPAL yang sangat besar dan luas di daerah Bojongsoang. Luasnya 85 ha terbagi dalam 66 ha kawasan IPAL dan 19 ha kebun serta taman penunjang. Mengingat tingginya pertumbuhan penduduk, IPAL ini pun masih belum bisa melayani kebutuhan masyarakat Bandung, masih diperlukan IPAL-IPAL lain di sekitar Bandung untuk dapat melayani semua sudut Bandung. Saat ini kepedulian masyarakat dan pemerintah terhadap air limbah tidak sebaik kepeduliannya terhadap air bersih dan air minum. Ini dapat kita lihat dari warga yang menjadikan selokan dan sungai sebagai pembuangan akhir langsung dari kloset dan saluran limbah rumah tangga. Sedangkan pemerintah masih kurang membangun IPAL dalam skala besar untuk bisa melayani kebutuhan warganya. Air adalah sumber kehidupan yang tak terpisahkan dari manusia, apapun harus diusahakan agar warga dapat menikmati ketersediaan air bersih dan air minum. Setelah air minum dan air untuk keperluan rumah tangga itu dipakai dan menjadi air limbah, maka harus juga dikembalikan kepada alam dalam kondisi yang baik dengan cara diolah dulu.