Jawabanmu

2014-09-08T22:27:58+07:00

Ini adalah Jawaban Tersertifikasi

×
Jawaban tersertifikasi mengandung isi yang handal, dapat dipercaya, dan direkomendasikan secara seksama oleh tim yang ekspert di bidangnya. Brainly memiliki jutaan jawaban dengan kualitas tinggi, semuanya dimoderasi oleh komunitas yang dapat dipercaya, meski demikian jawaban tersertifikasi adalah yang terbaik dari yang terbaik.
1. Menentukan atau memilih tema
atau topik karangan
Langkah paling awal dalam
membuat suatu karangan adalah
menentukan tema atau topik
karangan. Tema diartikan pokok
pikiran, sedangkan topik adalah
pokok pembicaraan. Apabila dilihat
dari sudut sebuah karangan yang
telah selesai tema adalah suatu
amanat utama yang disampaikan
oleh penulis melalui karangannya.
Dalam kenyataannya untuk menulis
suautu karangan, penulis harus
memilih suatu topik atau pokok
pembicaraan. Dengan demikian,
pada waktu menyusun sebuah
tema untuk untuk sebuah karangan
ada dua unsur yang paling dasar
yaitu topik atau pokok pembicaraan
dan tujuan yang hendak dicapai
melalui topik tersebut.
Bagi pengarang pemula,
penentuan topik tulisan
merupakan sesuatu yang agak sulit
dilakukan. Dalam menetapkan
topik penulis harus menguasai
betul kira-kira permasalahan apa
yang akan ditulis. Jadi, agar topik
benar-benar terwujud pilihlah
topik yang benar-benar menarik
perhatian.
Hal ini sesuai dengan pendapat
Gorys Keraf (1994: 111) bahwa;
“Sebuah topik pertama-tama
haruslah menarik perhatian
penulis sendir. Topik yang menarik
perhatian penulis akan
memungkinkan pengarang
berusaha terus menerus mencari
data-data untuk memecahkan
masalah yang dihadapinya, penulis
akan didorong terus-menerus agar
dapat menyelesaikan tulisan itu
dengan sebaik-baiknya.”
2. Menetapkan tujuan
Setiap kegiatan yang dilakukan
tentu memiliki tujuan. Demikian
halnya dengan mengarang/
menulis. Menetapkan tujuan
tulisan adalah penting sebelum
menulis. Karena tujuan sangat
berpengaruh dalam menetapkan
bentuk, panjang, sifat dan cara
penyajian tulisan. Tujuan tulisan
harus jelas suatu tulisan yang
tidak dilandasi dengan tujuan yang
jelas dan mungkin hanya
mewujudkan tulisan yang buruk
atau tidak dapat dipahami oleh
pembaca. Jadi penetapan tujuan
itu sangat membantu penulis
dalam mengembangkan tulisannya
dan dapat memberikan arah
kepada penulis. Dengan
menetapkan tujuan yang jelas akan
membantu penulis memperoleh
gambaran tentang persoalan yang
akan ditulisnya dan
membangkitkan semangat penulis
untuk merangkaikan kata-kata yang
lebih jelas dan terarah.
3. Mengumpulkan informasi/bahan
Untuk mencapai tujuan yang
telah ditetapkan, perlu mencari
bahan berupa keterangan-
keterangan yang berhubungan
dengan topik tersebut. Kegiatan
mengumpulkan bahan dapat
dilakukan dengan cara observasi
atau mengadakan pengamatan
terhadap satu proses atau
keinginan sesuatu yang diperlukan
dan akan dijadikan sumber
penulisan.
4. Membuat kerangka tulisan
Kerangka tulisan adalah garis
besar cerita yang akan dituangkan
pada sebuah tulisan. Sebelum
menulis, seorang penulis perlu
menetapkan kerangka tulisan.
Kerangka tulisan merupakan
pedoman atau acuan penulis
tentang hal-hal apa saja yang akan
ditulis, sehingga dengan
menggunakan kerangka tulisan alur
cerita yang akan ditulis semakin
jelas dan terarah. Jarang seseorang
dalam menuangkan isi pikirannya
sekaligus secara teratur terperinci
dan sempurna tanpa sebuah
kerangka tulisan. Hal ini sesuai
dengan pendapat Gorys Keraf
(1994:132) bahwa; “ Kerangka
karangan adalah rencana kerja
yang memuat garis-garis besar dari
suatu karangan yang akan
digarap.”
5. Mengembangkan kerangka
karangan
Setelah kerangka karangan
disusun, maka tahap selanjutnya
adalah mengembangkannya
menjadi sebuah tulisan yang utuh.
Pengembangan kerangka karangan
dilakukan satu persatu. Dalam
penulisan atau pengembangan
kerangka karangan ada beberapa
unsur yang harus diperhatikan dan
unsur-unsur tersebut merupakan
penilaian baik tidaknya hasil
karangan yang dibuat. Unsur-unsur
tersebut adalah isi gagasan yang
dikemukakan, organisasi isi (urutan
peristiwa), tata bahasa, pilihan
struktur dan kosakata serta
penggunaan ejaan yang tepat.
Di dalam penuangan isi gagasan
yang dikemukakan pada sebuah
tulisan, penulisan sangat dituntut
untuk memiliki wawasan luas
tentang apa yang ditulisnya
sehingga isi tulisan benar-benar
hidup. Namun demikian dalam
penceritaannya, penulis harus
mampu mengorganisasi isi
sedemikian rupa sehingga isi cerita
tidak tumpang tindih atau tidak
dibicarakan berulang-ulang. Agar
isi karangan mudah dipahami
pembaca, gunakanlah tata bahasa
yang baik, struktur kata dan
kosakata yang mudah dipahami
pembaca. Hal yang lebih penting
lagi adalah penggunaan kalimat
yang efektif. Kalimat efektif berarti
kalimat tersebut sederhana namun
memiliki makna yang luas. Lebih
baik menggunakan kalimat yang
pendek dan mudah dipahami
daripada kalimat yang panjang
tetapi membingungkan pembaca.
Agar isi tulisan mudah dipahami
pembaca, penggunaan ejaan juga
harus perlu diperhatikan. Gunakan
tanda baca pada tempatnya, sebab
penggunaan ejaan secara
serampangan akan berdampak
negatif terhadap isi karangan.
Bahkan penggunaan ejaan secara
tidak tepat akan menyulitkan
pembaca untuk memahami isi
tulisan. Untuk menyusun kerangka
karangan, diperlukan bahan-bahan
yang dapat digali dari pengalaman,
imajinasi buku-buku, majalah,
Koran, wawancara, dan lain-lain.
Setelah bahan terkumpul, pokok
pikiran tersebut kita susun dengan
baik dan tidak boleh sembarangan.
Mana cerita yang harus diletakkan
pada bagian awal dan mana pula
yang harus diletakkan pada bagian
akhir.
11 4 11