Jawabanmu

2014-09-08T21:00:46+07:00
1. Menulis Kembali Peristiwa Masa Lampau
Peristiwa masa lampau meninggalkan jejak dan jejak peristiwa sejarah ini
menjadi sumber penulisan sejarah. Dari sumber-sumber sejarah baik yang
berupa sumber lisan, tertulis maupun benda, diteliti secara cermat, dibandingkan,
kemudian diinterpretasikan dan akhirnya disusun menjadi suatu kisah
sejarah yang mudah dipahami dan menarik.
Untuk dapat menulis kembali peristiwa masa lampau menjadi suatu tulisan
yang mudah dipahami dan menarik, diperlukan suatu metode. Metode penelitian
sejarah lazim disebut metode sejarah. Metode adalah cara, jalan, atau petunjuk
pelaksanaan teknis. Metode berbeda dengan metodologi. Metodologi adalah
“science of methods”, yaitu ilmu yang membicarakan petunjuk pelaksanaan
teknik penelitian ilmu pengetahuan. Adapun yang dimaksud dengan penelitian
adalah penyelidikan yang saksama dan teliti terhadap suatu masalah, baik untuk
mendukung atau menolak suatu teori atau untuk mendapatkan kebenaran. Oleh
karena itu, metode sejarah dalam pengertian umum adalah penyelidikan terhadap
peristiwa masa lampau dengan menggunakan jalan pemecahan melalui metode
sejarah. Menurut Gilbert J. Garraghan (1975 ) bahwa metode penelitian sejarah
adalah seperangkat aturan atau prinsip sistematis untuk mengumpulkan sumbersumber
sejarah secara efektif, menilainya secara kritis dan mengajukan sintesis
dari hal-hal yang dicapai dalam bentuk tertulis. Senada dengan pengertian ini,
Louis Gottschalk, (1975) mengatakan metode sejarah adalah suatu kegiatan
mengumpulkan, menguji dan menganalisis data yang diperoleh dari peninggalan-
peninggalan masa lampau kemudian direkonstruksikan berdasarkan data
yang diperoleh sehingga menghasilkan kisah sejarah.
Langkah-langkah metode sejarah adalah sebagai berikut.
a. Heuristik
Heuristik berasal dari kata Yunani heurishein, artinya memperoleh.
Menurut G.J. Reiner (1997), heuristik adalah suatu teknik, mencari dan
mengumpulkan sumber. Dengan demikian heuristik adalah kegiatan
mencari dan mengumpulkan sumber. Dalam hubungan penelitian, peneliti
mengumpulkan sumber-sumber yang merupakan jejak sejarah atau
peristiwa sejarah.
Suatu prinsip di dalam heuristik adalah sejarawan harus mencari sumber
primer. Sumber primer dalam penelitian sejarah adalah sumber yang disampaikan
oleh saksi mata. Hal ini dalam bentuk dokumen, misalnya catatan
sidang, catatan rapat, daftar anggota organisasi, dan arsip laporan pemerintah
atau organisasi. Sedangkan dalam sumber lisan yang dianggap primer
ialah wawancara langsung dengan pelaku peristiwa atau saksi mata. Adapun
sumber koran, majalah, dan buku adalah sumber sekunder. Dengan demikian
langkah heuristik adalah mencari sumber primer, apabila tidak memungkinkan
baru sumber sekunder.