Jawabanmu

2014-09-09T12:51:03+07:00
Pengertian Rasul 
Menurut bahasa, Rasul adalah ‘orang yang mengikuti berita-berita orang yang mengutusnya’. Dan rasul juga berarti nama bagi risalah atau bagi yang diutus. Sedangkan secara istilah, Rasul adalah “Seorang laki-laki merdeka yang diberi wahyu oleh Allah Ta’ala dengan membawa syari’at dan ia diperintahkan untuk menyampaikannya kepada umatnya, baik orang yang dikenal atau tidak, maupun orang yang memusuhinya”. 
Dan di antara yang membedakan antara nabi dan rasul adalah, bahwa kenabian adalah syarat kerasulan, maka tidak bisa menjadi rasul orang yang bukan nabi. Kenabian lebih umum dari kerasulan. Setiap rasul pasti nabi, tetapi tidak setiap nabi adalah rasul. Dan rasul adalah orang yang membawa risalah kepada suatu kaum yang tidak mengerti tentang agama dan syari’at Allah Ta’ala, atau kepada kepada kaum yang telah mengubah syariat dan agama, untuk mengajari mereka atau mengembalikan mereka ke dalam syariat Allah Ta’ala. Dia adalah hakim bagi mereka. Sedangkan nabi diutus dengan dakwah kepada syariat nabi atau rasul sebelumnya. 

Dalil-Dalil yang Mewajibkan Beriman kepada Para Rasul 
Dalil- Dalil Naqli (al-Qur’an dan al-Hadits) 
1. Di antara khabar yang berasal dari Allah Ta’ala tentang rasul-rasulNya dan tentang penetapan mereka menjadi rasul dan risalah-risalah (misi) yang mereka bawa, adalah terdapat dalam ayat-ayat berikut, “Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan), ‘Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thagut itu’...” (QS. an-Nahl:36) 
“Sesungguhnya Kami telah memberikan wahyu kepadamu sebagaimana Kami telah memberikan wahyu kepada Nuh dan nabi-nabi yang kemudiannya, dan Kami telah memberikan wahyu (pula) kepada Ibrahim, Ismail, Ishak, Ya’qub dan anak cucunya, Isa, Ayyub, Yunus, Harun dan Sulaiman. Dan Kami berikan Zabur kepada Daud. Dan (Kami telah mengutus) rasul-rasul yang sungguh Kami kisahkan tentang mereka kepadamu dahulu, dan rasul-rasul yang tidak Kami kisahkan tentang mereka kepadamu. Dan Allah telah berbicara kepada Musa dengan langsung. (Mereka Kami utus) selaku rasul-rasul pembawa berita gembira dan pemberi peringatan agar supaya tidak alasan bagi manusia membantah Allah sesudah diutusnya rasul-rasul itu. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. An-Nisaa’:163-165) 
2. Berita dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tentang dirinya dan tentang saudara-saudaranya para rasul dan para nabi, hal tersebut tercantum dalam hadits-hadits yang sangat banyak di antaranya: 
Ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ditanya oleh Abu Dzar tentang jumlah para nabi dan rasul, beliau shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab, “Seratus dua puluh ribu nabi, dan yang menjadi rasul di antara mereka sebanyak tiga ratus tiga belas (rasul).” (HR. Ibnu Hibban). 
Sabda beliau shallallahu ‘alaihi wasallam, “Allah tiada mengutus seorang nabi melainkan ia telah memberikan peringatan kaumnya akan si buta sebelah matanya lagi pendusta, yaitu al-Masih Dajjal”. (HR. Bukhari dan Muslim)