Jawabanmu

2014-09-08T18:09:57+07:00

Ini adalah Jawaban Tersertifikasi

×
Jawaban tersertifikasi mengandung isi yang handal, dapat dipercaya, dan direkomendasikan secara seksama oleh tim yang ekspert di bidangnya. Brainly memiliki jutaan jawaban dengan kualitas tinggi, semuanya dimoderasi oleh komunitas yang dapat dipercaya, meski demikian jawaban tersertifikasi adalah yang terbaik dari yang terbaik.
Tupai Yang Telah Berubah Pada suatu hari,semua binatang-binatang hutan berkumpul disuatu tempat untuk bermusyawarah.Tetapi ada satu binatang yang tidak mau berkumpul yaitu Tupai,karena si Tupai menganggap itu tidak penting baginya.Si Kancil membujuk tupai agar ia tetap datang untuk berkumpul “Tupai,mengapa kamu tidak mau datang untuk berkumpul ? “kata Kancil.”Untuk apa kita berkumpul ? itu kan,bukan masalahku !” jawab Tupai.Lalu si Kancil berkata “Tapi kita berkumpul untuk menemukan cara yang mampu menyelamatkan si Rusa !”           Setelah dibujuk akhirnya Tupai  ke musyawarah itu.”Terima kasih Tupai kamu  mau datang.”kata kelinci-kelinci lucu itu.”Iya,tapi jika bukan karena Rusa aku tidak akan datang!”lanjut si Tupai.           Di bawah pepohonan yang rindang mereka berfikir bagaimana cara membantu Rusa.Lalu Tupai mengajukan pendapatnya yang cemerlang itu,Tupai berkata “ Bagaimana jika kita membuat jebakan ? “ Tupai kembali berbicara “Kita membuat jurang yang dalam,agar orang-orang jahat itu jatuh ke jurang yang dalam itu. “ Semua binatang setuju dengan ide itu.           Binatang-binatang itu saling bekerjasama dengan rasa semangat yang tinggi.Ada yang menggali jurang dengan kakinya,ada juga yang menggunakan giginya.Setelah jurang itu selesai dibuat,tidak lama kemudian orang-orang itu datang.Dan akhirnya orang-orang itu terjatuh.           Semua binatang merasa senang karena semua usahanya berhasil.Terutama si Tupai sendiri yang telah mengusulkan ide itu.Lalu si Kancil berkata “Tupai,asal kamu tau sesuatu yang dilakukan untuk kebaikan pasti dibalas juga dengan kebaikan”.Tupai menjawab “Iya,kamu benar”.Tidak lupa si Rusa juga berkata “Terima kasih banyak,ya Tupai!Aku tidak tau cara membalas kebaikan kamu”.Tupai berkata sambil tersenyum “kau tidak perlu membalas kebaikanku,kita semua selalu bersama itu saja sudah cukup bagiku. Akhirnya si Tupai menjadi binatang yang sangat baik,mereka sekarang hidup bergotong royong.


2 5 2
2014-09-08T18:14:45+07:00

Ini adalah Jawaban Tersertifikasi

×
Jawaban tersertifikasi mengandung isi yang handal, dapat dipercaya, dan direkomendasikan secara seksama oleh tim yang ekspert di bidangnya. Brainly memiliki jutaan jawaban dengan kualitas tinggi, semuanya dimoderasi oleh komunitas yang dapat dipercaya, meski demikian jawaban tersertifikasi adalah yang terbaik dari yang terbaik.
Jiji Jerapah dan Kus Tikus
Dikisahkan hiduplah sekelompok binatang di sebuah kampung. Binatangbinatang
itu bekerja sesuai dengan keahliannya masing-masing. Di kampung
itu mereka saling bekerja sama untuk menyelesaikan pekerjaan.
Pada suatu hari ada seekor jerapah yang tengah mencari pekerjaan. Sang
Jerapah itu bernama Jiji. Dia ingin segera mendapat pekerjaan. Pekerjaan apa
saja yang penting tidak merugikan orang lain.
Masalahnya, Jiji terlalu tinggi untuk melakukan pekerjaan yang ditawarkan
padanya.
Jiji terlalu tinggi untuk menjadi kondektur bus. Ketika berdiri di dalam bus,
ia harus menekuk leher dan itu membuat lehernya nyeri. Ia juga terlalu tinggi
untuk menjadi sopir truk. Lehernya terlalu panjang di ruang kemudi. Saat ia
tekuk, hidungnya menyentuh kemudi truk.
“Hm, sepertinya, aku hanya cocok untuk melakukan pekerjaan di luar
ruangan. Ya, ya, “gumam Jiji pada suatu pagi, sambil matanya menerawang
memperhatikan sekitarnya.
Jiji mendatangi sebuah rumah. Ia menemui seekor tikus. Si tikus itu bernama
Kus. Si tikus tengah mengecat rumah itu. Kus berdiri di sebuah tangga pendek
sambil tangannya memegang kaleng cat. Kus kelihatan berat mengecat di situ.
“Halo, teman!” Sapa Jiji.
“Hai,” sahut Kus Tikus. Lalu, dari mulut keluar keluhan, “oh!”
“Ada apa?” Tanya Jiji.
“Tangga ini terlalu pendek. Aku jadi tidak bisa mencapai langit-langit,” ucap
Kus. “Ah andai saja aku punya teman kerja yang tinggi sepertimu! Ia pasti dapat
membantuku.”
“Aku bisa membantumu,” Jiji menawarkan diri. “Kau bisa menggunakan aku
sebagai tangga.”
“Sungguh?”
“Ya,” jawab Jiji yakin.
“Terima kasih, teman.”
Dengan gembira Kus Tikus naik ke leher sang Jerapah. Kemudian, dia
memegang kaleng cat dengan mulutnya. Dia merasa nyaman menempel
di leher sang jerapah. Dengan mudah si tikus menjangkau tempat-tempat
yang sulit. Si tikus mengecat langit-langit. Pekerjaan mereka sangat rapi. Pak
Beruang, sang pemilik rumah, sangat suka. Lalu, ia memberi ongkos lebih untuk
Kus Tikus dan Jiji Jerapah.
“Hore!” Seru Jiji senang. “Aku mendapat gaji pertamaku”
“Eh, teman, bagaimana kalau mulai saat ini kita bekerja sama? Daripada aku membeli tangga yang lebih tinggi lebih baik aku menggunakanmu saja
sebagai tangga. Bagaimana?” usul Kus.
“Ya,ya, aku mau,” sahut Jiji gembira.
Akhirnya, mulai saat itu Jiji dan Kus bekerja sama sebagai tukang cat di
kampung tersebut. Mereka tidak pernah kehabisan pekerjaan. Di kampungkampung
lain pun mereka banyak ditawari pekerjaan. Di mana pun mereka
bekerja dengan baik. Pekerjaan mereka selalu rapi dan memuaskan sehingga
banyak yang menggunakan jasa mereka. Hati mereka senang dan gembira.