Jawabanmu

Jawaban paling cerdas!
2014-09-08T17:08:05+07:00

Ini adalah Jawaban Tersertifikasi

×
Jawaban tersertifikasi mengandung isi yang handal, dapat dipercaya, dan direkomendasikan secara seksama oleh tim yang ekspert di bidangnya. Brainly memiliki jutaan jawaban dengan kualitas tinggi, semuanya dimoderasi oleh komunitas yang dapat dipercaya, meski demikian jawaban tersertifikasi adalah yang terbaik dari yang terbaik.
Tanggal 17 Juli 2013, ada sebuah acara besar-besaran yang diadakan oleh Keluarga Pak Budiman. Acara tersebut adalah acara yang diadakan karena anaknya berulang tahun, sekaligus karena anaknya Dini meraih peringkat pertama saat kenaikan kelas. Semua warga Kampung Bonmoso diundang tak terkecuali kedua orang sahabat berumur 17 tahun yang bernama Londo dan Binso. Mereka pun datang ke tempat tujuan dengan tepat waktu, karena tak ingin ketinggalan makanan enak yang dibuat oleh Bu Santri (istri Pak Budiman), yang terkenal akan kelezatan masakannya.

Pukul 16.00 WIB pun, mereka berdua datang dengan pakaian rapi, dan mereka pun tak kelewatan meminyaki rambut mereka yang sangat berantakan biasanya. Saat sampai di tempat tujuan, mereka duduk rapi di sebuah kursi yang berada di pojokan.
“Hei, Binso! Menurutmu, makanan apa yang nanti akan kita santap, ya?” tanya Londo kepada sahabatnya Bisno.
“Mungkin, soto. Karena, kalau ada acara seperti ini, di Kampung nenekku, pasti hidangannya soto. Kalau menurutmu, apa Do?” tanya Bisno balik ke Londo.
“Kalau menurutku, ya! Kita makan rendang. Kalau sore-sore gini, di Kampung bibiku, pasti hidangannya rendang. Apalagi, kalau siang-siangnya panas, sore-sorenya makan rendang tuh. Kan enak, pake acar dingin.” jawab Londo sambil membayangkan makanan kesukaannya rendang.
“Eh, Do! Gimana kalau kita bertaruh! Kalau misalnya nanti keluar makanan rendang, maka aku nggak makan. Aku minum saja. Akan tetapi, kalau keluarnya soto, maka kamu nggak makan, minum saja. Setuju, nggak.” tantang Bisno yang sebenarnya takut-takut nggak makan. Karena, dia belum makan dari pagi, dia menunggu masakan Bu Santri yang enak, itu lho!
Beberapa saat, Londo berpikir. Jelas, sama seperti Bisno ia pun juga tak makan dari pagi. Kemudian, ia menjawab, “Oke, aku setuju! Aku kan lelaki sejati.” ujarnya.

Mereka pun menunggu makanan sambil mendengarkan nyanyian cempreng dari Dini, anak Pak Budiman, mohon maklumlah Dini kan masih kelas satu naik ke ke kelas 2 SD. Mereka pun juga mendengar sebuah cerita dari anak kebanggan kampung, yaitu seorang gadis berkulit sawo matang yang meraih peringkat pertama lomba bercerita tingkat Nasional. Beberapa lama menunggu, akhirnya datanglah yang mereka tunggu-tunggu yaitu, acara makan-makan. Mereka pun memasang muka tegang. Akhirnya, yang pertama makanan yang keluar adalah… obokan, yang digunakan untuk mencuci tangan itu, lho!
“Tuh, kan, rendang.” ujar si Londo. Kan nggak biasanya soto pake obokan.
Yang kedua keluarlah… kecap, garam dan lombok. “Tuh, kan soto!” ujar Bisno.
Dan yang terakhir keluar adalah… buah yang sudah di potong-potong. Lalu dari speaker terdengar suara Bu santri. “Selamat sore, para saudara sekalian. kita akan mulai makan-makanannya dengan makanan seadanya yaitu memencok buah-buahan segar yang saya beli dari kota.” ujarnya sambil tersenyum.

Yah, ternyata yang keluar bukannya rendang, atau soto seperti yang dipertaruhkan Londo dan Bisno tadi, malahan keluar sebuah piring berisi buah segar untuk dipencok. Kalau gitu, sih mending nggak perlu pakai acara besar-besaran segala, kali! Dikiraiin mau makan apa. Wkwkwkwkwk kasihan mereka berdua ya. Udah nggak makan dari pagi, disuruh mencok pula. Mencretlah yang keluar. Makanya, kalau ada acara di dekat rumahmu, jangan nggak makan dari pagi. Makan aja dulu. Kalau saja, sama seperti kejadian Londo dan bisno yang nggak makan dari pagi, malah disuruh mencok, kan kasihan.

Judul : Mau RenSot disuruh Mencok