Jawabanmu

2014-02-27T09:21:48+07:00
Pada masa pemerintahan raja pertama Majapahit, sebuah perubahan moneter penting terjadi. Keping uang dalam negeri diganti dengan uang kepeng, yaitu keping uang tembaga dari China. Prasasti Canggu yang berangka 1358 menyebutkan sebanyak 78 titik perlintasan berupa tempat perahu penyeberangan di dalam negeri (mandala Jawa). Prasasti dari masa Majapahit itu menyebutkan berbagai macam pekerjaan, mulai dari pengrajin emas dan perak, hingga penjual minuman, dan jagal atau tukang daging. Ini semakin membuktikan jika pada masa Majapahit perdagangan sudah sangat maju dan ramai.

Catatan Wang Ta-Yuan, pedagang Tiongkok, juga menyebutkan bahwa komoditas ekspor Jawa pada saat itu ialah lada, garam, kain, dan burung kakak tua, sedangkan komoditas impornya adalah mutiara, emas, perak, sutra, barang keramik, dan barang dari besi. Mata uangnya dibuat dari campuran perak, timah putih, timah hitam, dan tembaga.

Kemakmuran Majapahit diduga karena dua faktor. Faktor pertama, yaitu lembah sungai Brantas dan Bengawan Solo di dataran rendah Jawa Timur utara, yang sangat cocok untuk pertanian padi. Pada masa jayanya Majapahit membangun berbagai infrastruktur irigasi, sebagian dengan dukungan pemerintah.

Faktor kedua, pelabuhan-pelabuhan Majapahit di pantai utara Jawa sekali berperan penting sebagai pelabuhan pangkalan untuk mendapatkan komoditas rempah-rempah dari Maluku. Dari perdagangan ini, Majapahit juga mendapatkan pajak.

Nagarakretagama menyebutkan bahwa kemashuran penguasa Majapahit telah menarik banyak pedagang asing, di antaranya pedagang dari India, Khmer, Siam, dan China. Pajak khusus dikenakan pada orang asing terutama yang menetap semi-permanen di Jawa dan melakukan pekerjaan selain perdagangan internasional. Sungai Brantas dan Bengawan Solo, selain memberikan kemakmuran untuk pertanian, juga memberikan manfaat untuk transportasi ke Kota Raja Majapahit dan ke pelabuhan di Tuban, Lamongan, atau Surabaya.

Kapal-kapal besar bersandar di pelabuhan, sedang kapal-kapal kecil masuk ke Kota Raja melalui sungai-sungai yang memang telah disiapkan dan diatur sedemikian rupa.