Jawabanmu

2014-09-07T17:31:51+07:00
A.    Pemerintahan Komisaris Jenderal
Setelah berakhirnya kekuasaan Inggris, Indonesia dikuasai oleh pemerintah Hindia Belanda. Pada mulanya, pemerintahan ini merupakan pemerintahan kolektif yang terdiri atas tiga orang, yaitu Flout, Buyskess, dan van der Capellen. Mereka berpangkat komisaris jenderal. Pemerintahan kolektif itu bertugas menormalisasikan keadaan lama (Inggris) kea lam baru (Belanda). Masa peralihan itu hanya berlangsung dari tahun 1816-1819. Pada tahun 1919, kepala pemerintahan mulai dipegang oleh seorang gubernur jenderal, yaitu van der Capellen (1816-1824).
Dalam menjalankan pemerintahannya, komisaris jenderal melakukan langkah-langkah sebagai berikut.
1. Sistem residen tetap dipertahankan,2. Dalam bidang hukum, sistem juri dihapuskan,3. Kedudukan para bupati sebagai penguasa feudal/feodal tetap dipertahankan,4. Desa sebagai satu kesatuan unit tetap dipertahankan dan para penguasanya dimanfaatkan untuk pelaksanaan pemungutan pajak dan hasil bumi,5. Dalam bidang ekonomi memberikan kesempatan kepada pengusaha-pengusaha asing untuk menanamkan modalnya di Indonesia. sumber buku
1 4 1
2014-09-07T18:07:17+07:00
Dengan perjanjian London, Belanda memperoleh kembali jajahannya atas Indonesia, kemudian Belanda membentuk Komisaris Jenderal yang akan melaksanakan kembali kekuasaan Indonesia yang beranggotakan Elout, Buyskes, dan Van der Capellen, namun oleh Inggris, ada wilayah Indonesia yang tidak dikembalikan kepada Belanda, yakni Sumatra dan sekitarnya. Pada Bulan maret 1816, Raffles menyerahkan kekuasaannya kepada John Fendall. Setelah itu, Raffles segera menuju Singapura dan membangun kota Singapura (1819). Singapura dijadikan Pusat pertahanan Inggris sampai Perang Dunia II. Sementara itu bekas kekuasaan Raffles diserahkan oleh John Fendall kepada Komisaris Jenderal tanggal 19 Agustus 1816. Dengan demikian Indonesia sepenuhnya daerah kekuasaan Belanda dan diberi nama Nederlands Indie (Hindia Belanda).
Kehadiran Belanda kembali ke Indonesia banyak ditentang oleh raja-raja Di Indonesia sebab kekuasaan raja dikurangi. Belanda juga melaksanakan monopoli dagang yang merugikan rakyat sehingga menimbulkan rasa antipati rakyat kepada Belanda.