Jawabanmu

2014-09-07T15:29:10+07:00

Ini adalah Jawaban Tersertifikasi

×
Jawaban tersertifikasi mengandung isi yang handal, dapat dipercaya, dan direkomendasikan secara seksama oleh tim yang ekspert di bidangnya. Brainly memiliki jutaan jawaban dengan kualitas tinggi, semuanya dimoderasi oleh komunitas yang dapat dipercaya, meski demikian jawaban tersertifikasi adalah yang terbaik dari yang terbaik.
Pengertian Negara menurut Ahli
Pengertian negara dapat ditinjau dari empat sudut
yaitu:
1. Negara sebagai organisasi kekuasaan
Negara adalah alat masyarakat yang mempunyai
kekuasaan untuk mengatur hubungan antara
manusia dalam masyarakat tersebut. Pengertian ini
dikemukakan oleh Logemann dan Harold J. Laski.
Logemann menyatakan bahwa negara adalah
organisasi kekuasaan yang bertujuan mengatur
masyarakatnya dengan kekuasaannya itu. Negara
sebagai organisasi kekuasaan pada hakekatnya
merupakan suatu tata kerja sama untuk membuat
suatu kelompok manusia berbuat atau bersikap
sesuai dengan kehendak negara itu.
2. Negara sebagai organisasi politik
Negara adalah asosiasi yang berfungsi memelihara
ketertiban dalam masyarakat berdasarkan sistem
hukum yang diselenggarakan oleh suatu pemerintah
yang diberi kekuasaan memaksa. Dari sudut
organisasi politik, negara merupakan integrasi dari
kekuasaan politik atau merupakan organisasi pokok
dari kekuasaan politik. Sebagai organisasi politik
negara Bidang Tata Negara berfungsi sebagai alat
dari masyarakat yang mempunyai kekuasaan untuk
mengatur hubungan antar manusia dan sekaligus
menertibkan serta mengendalikan gejala–gejala
kekuasaan yang muncul dalam masyarakat.
Pandangan tersebut nampak dalam pendapat Roger
H. Soltou dan Robert M Mac Iver. Dalam bukunya
“The Modern State”, Robert M Mac Iver
menyatakan : “Negara ialah persekutuan manusia
(asosiasi) yang menyelenggarakan penertiban suatu
masyarakat dalam suatu wilayah berdasarkan
sistem hukum yang diselenggarakan oleh
pemerintah yang dilengkapi kekuasaan memaksa.
Menurut RM Mac Iver, walaupun negara merupakan
persekutuan manusia, akan tetapi mempunyai ciri
khas yang dapat digunakan untuk membedakan
antara negara dengan persekutuan manusia yang
lainnya. Ciri khas tersebut adalah : kedualatan dan
keanggotaan negara bersifat mengikat dan
memaksa.
3. Negara sebagai organisasi kesusilaan
Negara merupakan penjelmaan dari keseluruhan
individu. Menurut Friedrich Hegel : Negara adalah
suatu organisasi kesusilaan yang timbul sebagai
sintesa antara kemerdekaan universal dengan
kemerdekaan individu. Negara adalah organisme
dimana setiap individu menjelmakan dirinya, karena
merupakan penjelmaan seluruh individu maka
negara memiliki kekuasaan tertinggi sehingga tidak
ada kekuasaan lain yang lebih tinggi dari negara.
Berdasarkan pemikirannya, Hegel tidak menyetujui
adanya : Pemisahan kekuasaan karena pemisahan
kekuasaan akan menyebabkan lenyapnya negara.
Pemilihan umum karena negara bukan merupakan
penjelmaan kehendak mayoritas rakyat secara
perseorangan melainkan kehendak kesusilaan.
Dengan memperhatikan pendapat Hegel tersebut,
maka ditinjau dari organisasi kesusilaan, negara
dipandang sebagai organisasi yang berhak mengatur
tata tertib dalam kehidupan bermasyarakat dan
bernegara, sementara manusia sebagai penghuninya
tidak dapat berbuat semaunya sendiri.
4. Negara sebagai integrasi antara pemerintah dan
rakyat
Negara sebagai kesatuan bangsa, individu dianggap
sebagai bagian integral negara yang memiliki
kedudukan dan fungsi untuk menjalankan negara.
Menurut Prof. Soepomo, ada 3 teori tentang
pengertian negara:
1) Teori Perseorangan (Individualistik)
Negara adalah merupakan sauatu masyarakat
hukum yang disusun berdasarkan perjanjian antar
individu yang menjadi anggota masyarakat.
Kegiatan negara diarahkan untuk mewujudkan
kepentingan dan kebebasan pribadi. Penganjur teori
ini antara lain : Thomas Hobbes, John Locke, Jean
Jacques Rousseau, Herbert Spencer, Harold J Laski.
2) Teori Golongan (Kelas)
Negara adalah merupakan alat dari suatu golongan
(kelas) yang mempunyai kedudukan ekonomi yang
paling kuat untuk menindas golongan lain yang
kedudukan ekonominya lebih lemah. Teori golongan
diajarkan oleh : Karl Marx, Frederich Engels, Lenin
3) Teori Intergralistik (Persatuan)
Negara adalah susunan masyarakat yang integral,
yang erat antara semua golongan, semua bagian
dari seluruh anggota masyarakat merupakan
persatuan masyarakat yang organis. Negara
integralistik merupakan negara yang hendak
mengatasi paham perseorangan dan paham golongan
dan negara mengutamakan kepentingan umum
sebagai satu kesatuan. Teori persatuan diajarkan
oleh : Bendictus de Spinosa, F. Hegel, Adam Muller