Jawabanmu

2017-01-15T16:45:11+07:00
Halo Piitaa!

Saya asumsikan bahwa pertanyaan kamu adalah: "Sebutkan contoh kasus dari Pasal 27 ayat (2) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Jawaban:
Pasal 27 ayat (2) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) berbunyi:
"Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan perjudian".

Setelah membaca ketentuan Pasal 27 ayat (2) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) diatas, maka dapat disimpulkan bahwa "konten" atau "muatan" yang disebarluaskan seseorang secara elekronik, jika berkaitan dengan perjudian baik "secara langsung" maupun "tidak langsung", maka hal itu termasuk dalam kategori tindak pidana.

Secara elektronik disini artinya adalah dengan menggunakan benda-benda elektronik.
Defenisi/pengertian perjudian sendiri dapat ditemukan dalam Pasal 303 ayat (3) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), yang berbunyi:"Yang disebut dengan permainan judi adalah  tiap-tiap permainan, di mana pada umumnya kemungkinan mendapat untung bergantung pada peruntungan belaka, juga karena pemainnya lebih terlatih atau lebih mahir. Di situ termasuk segala pertaruhan tentang keputusan perlombaan atau permainan lain-lainnya yang tidak diadakan antara mereka yang turut berlomba atau bermain, demikian juga segala pertaruhan lainnya."

Yang dimaksud dengan berkaitan "secara langsung" dalam kesimpulan diatas adalah:1. Jika seseorang membuat situs perjudian.2. Jika seseorang menyebarluaskan informasi tentang perjudian.
Sedangkan berkaitan "secara tidak langsung" adalah jika seseorang menyebarkan informasi yang mengarah pada perjudian

Perlu kamu ketahui bahwa salah satu ciri-ciri hukum pidana adalah setiap tindak pidana pasti akan diganjar dengan hukuman. Sesuai dengan ketentuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Pasal 10, hukuman pidana terdiri atas dua (2) bagian, yaitu:
a. Pidana Pokok, terdiri dari:
1. Pidana mati.
2. Pidana penjara.
3. Kurungan.
4. Denda.
b. Pidana Tambahan, terdiri dari:
1. Pencabutan hak-hak tertentu.
2. Perampasan barang-barang tertentu.
3. Pengumuman putusan hakim.
Dalam tindak pidana perjudian sendiri yang dibahas kali ini, ancaman hukuman yang dikenakan adalah hukuman pidana penjara dan/atau hukuman denda.

Sesuai dengan ketentuan Pasal 45 ayat (1) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), ancaman hukuman untuk pelanggaran Pasal 27 ayat (2) diatas adalah pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp. 1.000.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).

Sedangkan menurut ketentuan Pasal 52 ayat (4) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE),  ancaman hukuman untuk pelanggaran Pasal 27 ayat (2)  Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) diatas jika dilakukan oleh korporasi, maka hukuman pidananya adalah pidana pokok ditambah dua pertiga.
Berikut adalah ketentuan Pasal 52 ayat (4) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), yang berbunyi:
"Dalam hal tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 sampai dengan Pasal 37 dilakukan oleh korporasi dipidana dengan pidana pokok ditambah dua pertiga."

Untuk contoh kasusnya adalah sebagai berikut:
1. "Jelang Piala Euro 2016, 2 Bandar Judi Online di Jakarta Dibekuk".
Untuk berita selengkapnya dapat diakses pada link berikut: http://news.liputan6.com/read/2527211/jelang-piala-euro-2016-2-bandar-judi-online-di-jakarta-dibekuk
2. "Bareskrim Tangkap Pengelola Judi Bola Online Beromzet Miliaran".
Untuk berita selengkapnya dapat diakses pada link berikut: http://news.liputan6.com/read/2823001/bareskrim-tangkap-pengelola-judi-bola-online-beromzet-miliaran

Sekian jawaban dari saya, semoga bermanfaat.

NB: Maaf jika jawaban saya kurang rapi dikarenakan kesalahan sistem dalam situs ini yang sedang dalam perbaikan.
1 1 1