Jawabanmu

2014-09-07T12:52:02+07:00
Ada pada piagam jakarta atau jakarta charter
perumusan dasar negara indonesia di rancang oleh 3 pemuda indonesia yaitu soekarno , soepomo ,m yamin .dasar negara kita pancasila ,dalam merancang dasar negara merka sangat menghormati perbedaan pendapat dan menerima pendapat org lain
2014-09-07T13:03:35+07:00
Tanggal 29 Mei 1945-1 Juni sidang perumusan dasar-dasar Indonesia merdeka oleh anggota-anggota BPUPKI. Para anggota BPUPKI melalui pidato-pidatonya tampil. Mereka mengemukakan berbagai usulan mengenai dasar negara Indonesia.
3 tokoh mengusulkan rumusan dasar negara. yaitu Yamin,Soepomo dan Ir.Soekarno.
Usulan Moh Yamin (LISAN) :
1. Peri Kebangsaan
2. Peri Kemanusiaan
3. Peri Ketuhanan
4. Peri Kerakyatan
5. Kesejahteraan rakyat
 
Usulan Moh Yamin tertulis :
Ketuhanan Yang Maha EsaKebangsaan Persatuan IndonesiaRasa Kemanusiaan yang Adil dan BeradabKerakyatan yang dipimpin oleh Hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilanKeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
Usulan Soepomo
1. Persatuan
2. Kekeluargaan
3. Keseimbangan lahir dan batin
4. Musyawarah
5. Keadilan rakyat

Usulan Soekarno: (Lima dasar negara ini diberi nama Pancasila oleh Soekarno)
Kebangsaan IndonesiaInternasionalisme,-atau peri-kemanusiaanMufakat,-atau demokrasiKesejahteraan sosialKetuhanan
Setelah Sukarno berpidato mengajukan usul tentang dasar-dasar negara tanggal 1 Juni 1945, sidang BPUPKI pertama berakhir. Hari itu juga ketua BPUPKI menunjuk dan membentuk Panitia Kecil. Tugas Panitia Kecil itu adalah merumuskan kembali pidato Sukarno yang diberi nama Pancasila sebagai dasar negara itu.

Dalam sidang BPUPKI kedua tanggal 10 Juli 1945, Sukarno melaporkan bahwa sidang Panitia Sembilan (tanggal 22 Juni 1945) telah berhasil merumuskan Pancasila yang merupakan persetujuan antara pihak Islam dan pihak kebangsaan. Rumusan Pancasila dari Panitia Sembilan itu dikenal sebagai Piagam Jakarta (Djakarta Charter).

Bagaimana rumusan dasar negara dalam Piagam Jakarta itu? Bunyinya adalah sebagai berikut :
1) Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syari’at Islam bagi para pemeluk- pemeluknya.
2) Kemanusiaan yang adil dan beradab.
3) Persatuan Indonesia
4) Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan.
5) Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

Tentang Piagam Jakarta ini Sukarno sebagai ketua Panitia Sembilan mengatakan, bahwa “Ketuhanan dengan menjalankan syari’at Islam bagi para pemeluk-pemeluknya” merupakan jalan tengah yang diambil akibat perbedaan pendapat antara golongan Islam dan kebangsaan. jadi kalimat itu diganti "Ketuhanan yang Maha esa"

Tanggal 18 Agustus ini merupakan perjalanan sejarah paling menentukan bagi rumusan Pancasila. Hari itu akan disyahkan Undang-Undang Dasar untuk negara Indonesia merdeka.