Jawabanmu

2014-02-26T18:39:01+07:00
"Playboy Jatuh Cinta"
Part 38

P.U : iqbaal & bella

Salsha : " ya gue sedih lah, masa shbt gue berbaring d rumah sakit gue enggak tau sih  "
Steffy : " sal kan ngak cuma lo yg enggak tau, kita juga enggak tau "
Aldi : " iya kalian berdua jgn galau kayak gini donk di liat itu ya enggak bagus ngak enak d liat "
Iqbaal : " gue nyesel knpa wktu liat kecelakaan itu gue enggak turun aja dari mobil bokap gue kalo tau itu bella "
Steffy : " guys penyesalan itu bkln datang belakangan jd jgn lah kita gampang menyesal mending kita berusaha terus aja "
Iqbaal : " gue nyesel d saat bella butuh kita semua gue lagi bad mood sama dia "
Salsha : " gue juga nyesel soal gue ngak bisa bantu bella nyelesaiin masalah sama lo baal "
Iqbaal : " jd bella benar mau nyelesaiin salah paham ini "
Salsha : " iya "
Aldi : " ya udah nanti malam kita coba aja jenguk k rumah sakit "
Steffy : " iya kan kita enggak ada tugas yg harus d kerjakan kan "
Salsha : " kalian mau temani aku k sana "
Steffy : " pasti lah aku kan kangen sama bella, kangen tawa dia, kangen jutekan dia "
Salsha : "  "
Aldi : " sal udah donk diam jangan nangis lagi, malu donk masa anak basket gampang sedih sih  senyum ya "

Malam hari.
Ma. Sal : " eh cassy steffy aldi kiki silakan masuk "
Cassie : " tante salsha nya ada "
Ma. Sal : " ada d kamar dari td siang mukanya sembab, emang ada apa sama salsha "
Steffy : " Tante kenal sama bella "
Ma. Sal : " oh bella yg sedikit tomboy itu ya "
Steffy : " iya tan, bella kemarin abis kumpul2 sama kita semua d rumah bastian tertimpa musibah tan, dia tertabrak mobil d jalan mau pulang "
Ma. Sal : " ya allah benar aja salsha sesedih itu ya, ya udah kalian mau jenguk kan buruan k kamarnya salsha tante siapin mobil buat antar kalian "
Kiki : " tante enggak usah repot2 "
Ma. Sal : " ngak papa kan tante ngak ada acara keluar jd mobil biar salsha yg pakai "
Aldi : " makasih ya tan "
Ma. Sal : " iya "
Mereka semua pergi k rumah sakit menaiki mobil.

L + C
Leaders 3
Id Line : Wilda_sekar
Jawaban paling cerdas!
2014-02-26T18:41:19+07:00

Ini adalah Jawaban Tersertifikasi

×
Jawaban tersertifikasi mengandung isi yang handal, dapat dipercaya, dan direkomendasikan secara seksama oleh tim yang ekspert di bidangnya. Brainly memiliki jutaan jawaban dengan kualitas tinggi, semuanya dimoderasi oleh komunitas yang dapat dipercaya, meski demikian jawaban tersertifikasi adalah yang terbaik dari yang terbaik.
Rindu Merah Jambu Otakku browsing ke masa tiga minggu lalu. Saat pertama melihatmu. Aku terkesiap, sama sekali tak menyangka  parasmu begitu rupawan. Laksana pangeran dalam impian. Dan senyumnya menaburkan gula-gula di hatiku. Aku merasa mulai terpedaya dengan rasa suka.Di rumah kita berbagi cerita. Dan engkau menabur banyak benih kekaguman di hatiku. Saat kau shalat di rumah, desah khusyu memanggil Rab sungguh mengharu biru. Kuteriakkan dalam hatiku, ” Rab, seperti inilah lelaki pujaanku!”Lembut matamu memandangku. Kuteriakkan padamu,” jangan menatapku  begitu, Ben. Daku malu!” Kau pun tersenyum kemudian meminum teh botol yang kusuguhkan.Setelah itu kita sama-sama mengandung rindu. Tapi seperti jumpa perdana, pertemuan berikutnya susah rasanya. Kau dijerat kesibukan luar biasa. Padahal jarak bukan masalah bagi kita. Kau tidak lagi di Perancis sana. Kau ada di Jakarta. Dengan dua jam saja sebenarnya kita bisa bersua.“Aku rindu,” smsku hari itu.“Aku juga sangat rindu padamu,” jawabnya.“Jadi kapan kita dapat bertemu?” tanyaku menghiba.“Secepatnya. Jika aku tidak sibuk tentu saja.”Uh, jadi sangat benci sekali dengan kata itu. Kata itu telah menjadi racun dalam kehidupanku. Sibuk, sibuk dan sibuk.Jika sibuk itu adalah sebuah bantal, tentu akan kupukul agar dia tidak jadi penghalang pertemuanku lagi. Jika sibuk itu sebuah apel akan kulumat sampai habis, kalau perlu bijinya kutelan sekalian. Tapi sibuk itu telah menjadi mahluk, pembatas rasa rindu kami. Jadinya kuberdoa terus agar engkau tidak lebih mencintai mahluk bernama sibuk itu daripada diriku.Lama-lama bosan juga melawan si sibuk itu. Kukatakan pagi itu lewat sms.“Pagi ini kusegerakan shalat, berdoa di hadapan Rabku. Rab, jika Ben itu baik untukku maka mudahkanlah pertemuanku dengannya. Tetapi jika ia tidak baik untukku, maka tolong jauhkan ia dariku dan gantikan dengan yang jauh lebih baik darinya.”Seperti kebakaran jenggot Ben membalasnya panjang lebar.“Aku harap kamu mau mengerti kesibukanku.  Akan kuusahakan sebisaku bertemu.  Hari Rabu, ya hari Rabu. Bagaimana, bisa tidak?”Rabu adalah hari dimana kuharus memprogram semua kegiatan belajar murid-muridku. Rabu adalah pekerjaanku yang utama. Tapi aku tahu, rindu memerlukan pengorbanan. Jadi kukatakan padanya, “Ya, bisa saja tidak masuk kerja. Tapi bagaimana dengan pekerjaanmu?”Jawabnya sungguh di luar dugaan. “Bagaimana lagi, kalau rindu susah ditahan kan?”Ah Ben, jadinya kumulai menghitung hari sejak pertama kau katakan itu. Kubayangkan melihatmu lagi. Senyummu, gaya berwibawamu dan semuamu.Ya Tuhan, izinkan aku bertemu dengannya. Biarlah rindu merah jambuku mengantarku dalam kebaikan bersamanya. Amin.***Dan berikut flash fiction  yang berjumlah sekitar 200 kata. Terdapat pada buku  kumpulan flash fictionberjudul Kado Untuk Jepang, yang royaltinya semua disumbangkan untuk korban bencana tsunami di Jepang 2011 lalu.