Jawabanmu

2014-09-07T04:56:32+07:00

Ini adalah Jawaban Tersertifikasi

×
Jawaban tersertifikasi mengandung isi yang handal, dapat dipercaya, dan direkomendasikan secara seksama oleh tim yang ekspert di bidangnya. Brainly memiliki jutaan jawaban dengan kualitas tinggi, semuanya dimoderasi oleh komunitas yang dapat dipercaya, meski demikian jawaban tersertifikasi adalah yang terbaik dari yang terbaik.
Ejaan Van Ophusyen:
- Menggunakan oe utk bunyi u
- Menggunakan tanda (') sebagai bunyi utk menandai bunyi k pada akhir kata
- Menggunakan ï (trema) utk kata yg berakhirkan huruf a mendapat akhiran i
- Huruf C yg pelafalannya keras diberi tanda (') di atasnya
- Menggunakan 2 utk kata ulang
- Kata majemuk ditulis dgn tiga cara:
Dirangkai, misal: apabila
Diberi tanda hubung, misal: roemah-sakit
Dipisah, misal: anak negeri

Ejaan Suwandi:
- Huruf 'oe' diganti menjadi 'u'
- Tanda trema dihilangkan
- Koma ain dan hamzah dihilangkan dan diganti huruf 'k' pada akhir kata
- Huruf e keras (é) dan e lemah (e) ditulis tdk menggunakan tanda
- Kata ulang dpt ditulis dgn 2 cara:
Tanda hubung, misal: berlari-larian
Menggunakan 2, misal: berpanas2-an

EYD:
- Huruf (j,dj,nj,ch,tj,sj) pada ejaan Suwandi diubah menjadi (y,j,ny,kh,c,sy)
- Kata ulang hanya ditulis dgn tanda hubung
- Penulisan kata majemuk harus dipisah
- Gabungan kata yg sdh dianggap satu kata ditulis serangkai
- Di dan ke ditulis terpisah
- Partikel dipisah (kecuali "pun" yg sdh menjadi kelompok kata)
- Kata "si" dan "sang" terpisah dr kata yg mengikuti

Semoga membantu ya dan maaf kalau ada yg kurang atau salah :)