Jawabanmu

2014-02-26T16:11:45+07:00
Perairan laut Indonesia merupakan salah satu pusat keanekaragaman hayati dunia, memiliki indeks keanekaragaman hayati (biodiversity index) yang tinggi. Walaupun Indonesia hanya mewakili 1,3% luas daratan dunia, tetapi memiliki 25 spesies ikan dunia, 17% spesies burung, 16% reptil dan amphibi, 12% mamalia, 10% tumbuhan dan sejumlah invertebrata, fungi, dan mikroorganisme (Departemen Kelautan dan Perikanan, 2003).   Untuk menghindari terjadinya kepunahan flora-fauna dan mikroorganisme sesuai dengan Convention on Conservation of Biodiversity (“save it, study it, and use it’ mengamanatkan selamatkanlah suatu spesies atau ekosistem sebelum hilang (rusak), kemudian kaji kegunaannya bagi peningkatan kesejahteraan hidup manusia secara berkelanjutan. Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat diperlukan ketersediaan sumberdaya alam secara berkelanjutan. Upaya konservasi akan mengarahkan agar dapat tercukupi kebutuhan jangka pendek dengan cara mempertahankan keberadaan sumberdaya untuk jangka panjang. Upaya konservasi akan dapat dicapai melalui perlindungan alam (protected area) yakni pengelolaan biosfir sedemikian rupa agar menghasilkan manfaat sebesar-besarnya pada generasi sekarang tanpa menghilangkan kebutuhan generasi yang akan datang.   Pengelolaan kawasan konservasi laut di Indonesia saat ini cenderung bersifat sentralistik. Mekanisme dan seluruh tahapan proses penetapan kawasan konservasi serta perencanaan sumberdaya manusia dan sistem pendanaan bersifat top-down yang dilaksanakan oleh pemerintah pusat yakni Departemen Kehutanan. Peran pemerintah daerah sangat terbatas dan masyarakat lokal kurang dilibatkan. Beberapa permasalahan dan pelanggaran yang terjadi di lapangan belum ditangani dengan baik oleh pengelola kawasan konservasi dan kurang mendapat dukungan kuat dari pemerintah daerah.   Kebijakan dan peraturan perundangan yang terkait dengan pengelolaan kawasan konservasi laut yang ada saat ini belum menunjukkan visi dan misi yang menunjang pembangunan yang berwawasan lingkungan. Bahkan terkesan bahwa kebijaksanaan di bidang konservasi sering kali tidak berdaya dan terkalahkan manakala dihadapkan pada persoalan penambangan/eksploitasi yang menjanjikan keuntungan ekonomi yang secara langsung dapat diukur dengan nilai rupiah. Hal tersebut jelas menunjukkan bahwa dukungan kebijakan pemerintah pusat belum menempatkan kondisi yang setara antara kepentingan konservasi dengan kepentingan ekonomi.   Ancaman dan permasalahan kerusakan sumberdaya hayati laut yang terjadi di berbagai wilayah tentunya akan berdampak serius dan menyebabkan degradasi sumberdaya, apabila tidak ditangani dengan baik serta tidak dirumuskan dalam sebuah kebijakan pengelolaan yang mampu mendukung keberlanjutan pembangunan perikanan dan kelautan. Untuk menjawab tantangan ke depan tentunya memerlukan pemikiran untuk memberikan peluang yang lebih besar kepada pemerintah daerah dan masyarakat lokal agar lebih banyak berkiprah dalam kegiatan pengelolaan kawasan konservasi laut yang berkelanjutan. Melihat beberapa konsep dan realita di atas, maka sudah selayaknya paradigma pengelolaan taman nasional laut mempertimbangkan asas desentralisasi.
2014-02-26T16:27:50+07:00
Akan mengakibatkan sebagian hewan laut mati, akan membuat hewan laut gelisah, membuat sebagian hewan laut kehilangan tempat tinggalnya .