Jawabanmu

  • fiz
  • Terpelajar
2014-09-05T21:52:15+07:00
Teori adalah dimaksudkan untuk memberikan gambaran atau batasan – batasan tentang teori – teori yang dipakai sebagai landasan penelitian yang akan dilakukan.Menurut kamus Bahasa Indonesia Poerwadarminta, TEORI adalah “Pendapat yang dikemukakan sebagai suatu keterangan mengenai sesuatu peristiwa (kejadian), dan asas – asas, hukum – hukum umum yang menjadi dasar sesuatu kesenian atau ilmu pengetahuan; serta pendapat cara – cara dan aturan – aturan untuk melakukan sesuatu”.
Theory is a set of interelated construct or concept, definition,andproposition that presents a systematic view of phenomena by specifying relations among variables with the purpose of explanation and predicting the phenomena. Teori adalah satu set konstruk, konsep, definisi, dan proposisi yang saling berhubungan, yang menyajikan suatu pandangan yang sistematik mengenai suatu fenomena dengan menspesifikkan hubungan antar variabel dengan tujuan untuk menjelaskan dan memprediksi fenomena;A theory is generalization or series of generalization by which we attempt to explain some phenomena in a systematic manner.
(Wiersma, 1986)

Teori adalah generalisasi atau seri generalisasi di mana kita mencoba menjelaskan suatu fenomena dengan cara yang sistematis
 
Sedangkan arti TEORI menurut pendapat ahli penelitan antara lain :JOHN W. BEST
TEORI pada dasarnya berisi penggambaran hubungan sebab akibat diantara variable – variable.
Suatu TEORI di dalam dirinya terkandung keunggulan untuk bisa menjelaskan suatu gejala dan TEORI juga berkekuatan untuk memprediksi sesuatu gejala.
 JOHN DEWEY“Tidak ada sesuatu yang lebih praktis daripada suatu teori yang hebat”.
Metode Ilmiah bertujuan menemukan teori – teori atau generalisasi – generalisasi. Dari Teori – teori yang ditemukan dapat dijadikan dasar prediksi dalam mengantisipasi kejadian – kejadian mendatang secara lebih tepat. DR. SISWOJO HARDJODIPURO  ---------_______________semoga____-----bermanfaat___________________----------------
1 3 1
2014-09-06T05:40:50+07:00
 
Evolusi (dalam kajian biologi) berarti perubahan pada sifat-sifat terwariskan suatu populasi organisme dari satu generasi ke generasi berikutnya yang disebabkan oleh kombinasi tiga proses utama yaitu variasi, reproduksi, dan seleksi. Terdapat 2 macam evolusi yaitu :
 
1. Evolusi progresif yaitu evolusi menuju pada kemungkinan dapat bertahan hidup (survive).
2. Evolusi regresif retrogreslf yaitu evolusi menuju pada kemungkinan menjadi punah.
 
Evolusi didorong oleh dua mekanisme utama, yaitu seleksi alam dan hanyutan genetik. Seleksi alam merupakan sebuah proses yang menyebabkan sifat terwaris yang berguna untuk keberlangsungan hidup dan reproduksi organisme menjadi lebih umum dalam suatu populasi dan sebaliknya, sifat yang merugikan menjadi lebih berkurang. Hal ini terjadi karena individu dengan sifat-sifat yang menguntungkan lebih berpeluang besar bereproduksi, sehingga lebih banyak individu pada generasi selanjutnya yang mewarisi sifat-sifat yang menguntungkan ini. Setelah beberapa generasi, adaptasi terjadi melalui kombinasi perubahan kecil sifat yang terjadi secara terus menerus dan acak ini dengan seleksi alam. Sementara itu, hanyutan genetik (Bahasa Inggris: Genetic Drift) merupakan sebuah proses bebas yang menghasilkan perubahan acak pada frekuensi sifat suatu populasi. Hanyutan genetik dihasilkan oleh probabilitas apakah suatu sifat akan diwariskan ketika suatu individu bertahan hidup dan bereproduksi.
 
berikut beberapa pendapat pro kontra teori evolusi.
 
Berdasarkan pendapat ilmuwan
 
1. Lamarck vs Weismann :
Weismann (biologiawan Jerman 1834-1912) menentang pendapat Lamarck mengenai diturunkannya sifat-sifat yang diperoleh.
Percobaannya : Dia mengawinkan 2 ekor tikus yang dipotong ekornya ternyata keturunannya tetap berekor panjang. Keadaan ini tetap berlangsung meskipun dilakukan sampai 20 generasi.
 
 
2. Lamarck vs Darwin :
Mereka berbeda pendapat mengenai “munculnya” jerapah berleher panjang.
Menurut Lamarck : semula jerapah berleher pendek karena makanan yang berupa daun makin berkurang maka dari generasi ke generasi leher jerapah semakin panjang untuk menjangkau daun yang semakin tinggi letaknya.
Menurut Darwin : dalam populasi jerapah ada yang berleher panjang dan berleher pendek. Dalam kompetisi mendapatkan makanan jerapah berleher panjang tetap bertahan hidup jerapah berleher pendek lenyap secara perlahan-lahan.
 
 
3. Darwin Versus Weisman
Sebenarnya Weisman tidaklah menentang teori Darwin tetapi hanya menegaskan bahwa sifat-sifat hasil dari seleksi alam tidaklah dapat di turunkan kepada keturunannya. Menurutnya Evolusi adalah menyangkut maslah bagaimana pewarisan genetika melalui sel-sel kelamin, dengan kata lain evolusi adalah gejala seleksi alam terhadap faktor-faktor genetika.
Hubungan hal tersebut dengan teori Darwin adalah bahwa jerapah-jerapah leher pendek gennya bersifat resesif. sedangka, jerapah leher panjang bersifat dominan. Jerapah yang ber-gen resesif jumlah nya akan lebih sedikit dari pada jerapah yang berleher panjang dan tidak mampu untuk beradaptasi dengan lingkungan. oleh karena itu jerapah yang berleher pendek pun punah
 
4. Harun Yahya vs Darwin
            Harun yahya kontra terhadap adanya teori evolusi yang menyatakan manusia berasal dari kera. Ia berpendapat bahwa manusia pertama yang terlahir di bumi adalah Nabi Adam a.s.
 
Berdasarkan pendapat masyarakat umum
 
 
1 5 1