Jawabanmu

2014-09-05T20:12:06+07:00
Topeng Bali
Topeng sebagai bentuk karya seni tradisional di Bali lebih dikenal dengan sebutan tapel. Keberadaan topeng dalam masyarakat Bali berkaitan erat dengan upacara keagamaan Hindu, karena kesenian luluh dalam agama dan masyarakat. Sebagai sebuah tradisi yang kental dengan nuansa ritual magis, umumnya yang ditampilkan di tengah masyarakat adalah seni yang disakralkan. Tuah dari topeng yang merepresentasikan dewa-dewa dipercaya mampu menganugrahkan ketenteraman dan keselamatan

Topeng Jawa

Cerita klasik Ramayana yang berkembang sejak ratusan tahun lalu menjadi inspirasi utama dalam penciptaan topeng di Jawa. Topeng-topeng di Jawa dibuat untuk pementasan sendra-tari yang menceritakan kisah-kisah klasik tersebut. Salah satu tokoh dari cerita Ramayana adalah Rama dan Sinta. Rama adalah seorang suami yang berjuang mati-matian untuk menyelamatkan Sinta dari Rawana. Sementara Sinta adalah istri setia yang berjuang melawan godaan Rahwana untuk menjaga kesucian cintanya

Topeng Dayak

Di daerah Kalimantan, suku Dayak menggunakan topeng dalam Tari Hudog yang sering dimainkan dalam upacara keagamaan dari kelompok suku Dayak Bahau dan Modang. Tari ini dimaksudkan untuk memperoleh kekuatan dalam mengatasi gangguan hama perusak tanaman dan mengharapkan diberikan kesuburan dengan hasil panen yang banyak. Topeng yang digunakan berwarna hitam, putih, dan merah yang melambangkan kekuatan alam yang akan membawa air dan melindungi tanaman yang mereka tanam hingga musim panen tiba.Tidak hanya keindahan estetis yang dimilikinya, tetapi sisi misteri yang tersimpan pada raut wajah topeng tetap mampu memancarkan kekuatan magis. Sebagai seni pertunjukan topeng merupakan perpaduan dari berbagai jenis kesenian yang memiliki nilai-nilai luhur dan memiliki bentuk karakter seni seperti seni rupa,drama, sastra, musik, tari dan ukir. Disamping itu topeng juga memiliki perspektif hiburan dan pendidikan.

Bahan dasar pembuatan topeng  sebenarnya semua kayu bisa digunakan sebagai bahan pembuatan topeng, namun ada jenis kayu yang biasanya digunakan untuk bahan membuat topeng di antaranya Mahoni, Rambutan, Waru, Sengon, Randu, Kembang, Pete, Alpukat, Klengkeng, Nangka, Sawo, dan Pule.
Ada pula alat-alat khusus yang sesuai dengan fungsinya masing-masing untuk membuat Topeng Malangan :
Kapak atau gergaji, digunakan untuk membelah batang pohon yang masing berbentuk tabung dengan ukuran tinggi 21cm menjadi 2 bagian yang sama.Gergaji tangan, untuk membentuk bagian atas topeng.Patuk, untuk membuat cekungan bagian dalam topeng.Tatah, untuk membentuk pola dasar ( muka ) topeng.Pangot.Gergaji Pelat, untuk melobangi mata topeng.Kerok, untuk menipisi dan memperhalus bagian dalam topeng.Membuat Topeng Malangan, langkah-langkahnya sebagai berikut :
-  Kayu (yang telah kami sebutkan jenisnya diatas tadi), dengan ukuran tinggi 21cm kemudian dibelah menjadi dua bagian yang sama (10,5cm).
-  Kayu tersebut kemudian dibuat menjadi 7,5cm.
-  Setelah menjadi ukuran 7,5cm, kayu tersebut dibentuk sedemikian rupa sehingga membentuk rangka sebuah wajah.
-  Setelah mendapatkan bentuk dasar dari topeng apa yang ingin dibuat, kemudian mulailah pembuatan ukiran pada atas topeng (lung luwe, dele kecer, kembang suryo, dan ukel).
-  Membentuk pipi.
-  Membentuk bibir.
-  Memperhalus bentuk mata.
-  Memperhalus bentuk ukiran rambut.
-  Setelah semua sudah cocok dengan karakter yang diinginkan barulah memperhalus semuanya dengan ampelas halus.
-  Setelah itu proses pewarnaan.
-  Dan finishing.

5 4 5