Jawabanmu

2014-09-07T05:02:11+07:00
Ibu Kartini, Putera Bupati Jepara, R.M. Adipati Ario Sosronigrat, cucu Bupati Demak Pangeran Ario Tjondronagoro. Beliau adalah seorang Bupati yang telah berfikir maju, dan telah memberikan pendidikan barat kepada putera-puteranya dengan mendatangkan seorang guru dari negeri Belanda. Penduduk Jawa dan Madura pada saat itu masih sangat sedikit yang berpendidikan, ternyata pada tahun 1902 hanya terdapat orang Bupati yang pandai menulis dan berbahasa Belanda, mereka itu adalah : 1. Bupati Serang : P.A.A. Ahmad Djajadiningrat 2. Bupati Ngawi : R.M.T. Kusumo Utojo. 3. Bupati Demak : P.A. Adinigrat, Paman Ibu Kartini 4. Bupati Jepara : R.M.A.A. Sosroningrat, Ajah ibu Kartini Ibu Kartini dilahrikan pada tanggal 21 April 1879, di Majong Kabupaten Jepara. Beliau Putera kelima dari 11 orang bersaudara yang urut-urutannya sebagai berikut : 1. R.M. Sosroningrat 2. P.A. Sosrobusono, Bupati Ngawi 3. R.A. Sosroaditjokro 4. R.M. Sosrokartono – Drs – 5. R.A. Kartini 6. R.A. Rukmini 7. R.A. Kardijah, Isteri Bupati Tegal 8. R.A. Kartinah 9. R.A. Sosromuljono 10. R.M. Sumantri Sosrohadikusumo 11. R.M. Sosrorawito Sebagaimana saudara-saudarnya yang lain Ibu Kartini dimasukkan sekolah Europose Lagere School – sekolah untuk orang-orang Belanda dan orang-orang jawa yang terkemuka / kalangan atas. Beliau bersekolah sampai berusia 12 tahun, dan kemudian keluar karena harus menjalani masa pingitan, yang telah mendaji tradisi, adat istiadat dikalangan tertentu bahwa seorang gadis pada saat datangnya masa kedewasaan / remaja tidak diperkenankan keluar rumah, dalam masa yang telah ditentukan.