Jawabanmu

2014-09-05T17:39:36+07:00
Yaitu pnjelasan tntang peraturan selama jepang mnjabat di indonesia,

2014-09-05T17:40:37+07:00
a. Masa Persidangan Pertama BPUPKI (29 Mei–1 Juni 1945)Masa persidangan pertama BPUPKI dimulai pada tanggal 29 Mei 1945 sampai dengan1 Juni 1945 untuk membahas rumusan dasar negara untuk Indonesia merdeka. Pada persidangandikemukakan berbagai pendapat tentang dasar negara yang akan dipakai Indonesia merdeka. Pendapattersebut disampaikan oleh Mr. Mohammad Yamin, Mr. Supomo, dan Ir. Sukarno. 1) Mr. Mohammad Yamin (29 Mei 1945)Pemikirannya diberi judul ”Asas dan Dasar Negara Kebangsaan Republik Indonesia” dan mengusulkandasar negara Indonesia merdeka yang intinya sebagai berikut:a) peri kebangsaan;b) peri kemanusiaan;c) peri ketuhanan;d) peri kerakyatan;e) kesejahteraan rakyat. 2) Mr. Supomo (31 Mei 1945)Pemikirannya berupa penjelasan tentang masalah-masalah yang berhubungan dengan dasar negaraIndonesia merdeka. Negara yang akan dibentuk hendaklah negara integralistik yang berdasarkan padahal-hal berikut ini:a) persatuan;b) kekeluargaan;c) keseimbangan lahir dan batin;d) musyawarah;e) keadilan sosial. 3) Ir. Sukarno (1 Juni 1945)Pemikirannya terdiri atas lima asas berikut ini:a) kebangsaan Indonesia;b) internasionalisme atau perikemanusiaan;c) mufakat atau demokrasid) kesejahteraan sosial;e) Ketuhanan Yang Maha Esa. Kelima asas tersebut diberinya nama Pancasila sesuai saran teman yang ahli bahasa. Untuk selanjutnya,tanggal 1 Juni kita peringati sebagai hari Lahir Istilah Pancasila. b. Masa Persidangan Kedua (10–16 Juli 1945)Masa persidangan pertama BPUPKI berakhir, tetapi rumusan dasar negara untuk Indonesia merdekabelum terbentuk. Padahal, BPUPKI akan reses (istirahat) satu bulan penuh. Untuk itu, BPUPKImembentuk panitia perumus dasar negara yang beranggotakan sembilan orang sehingga disebut PanitiaSembilan. Tugas Panitia Sembilan adalah menampung berbagai aspirasi tentang pembentukan dasarnegara Indonesia merdeka. Anggota Panitia Sembilan terdiri atas Ir. Sukarno (ketua), AbdulkaharMuzakir, Drs. Moh. Hatta, K.H. Abdul Wachid Hasyim, Mr. Moh. Yamin, H. Agus Salim, AhmadSubarjo, Abikusno Cokrosuryo, dan A. A. Maramis. Panitia Sembilan bekerja cerdas sehingga padatanggal 22 Juni 1945 berhasil merumuskan dasar negara untuk Indonesia merdeka. Rumusan itu oleh Mr.Moh. Yamin diberi nama Piagam Jakarta atau Jakarta Charter. Naskah Piagam Jakarta berbunyi, sepertiberikut. Piagam Jakarta    Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa, dan oleh sebab itu maka penjajahan diatas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan. Dan perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia denganselamat sentosa mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang Negara Indonesia yang merdeka,bersatu, berdaulat, adil, dan makmur. Atas berkat Rahmat Allah Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supayaberkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia dengan menyatakan kemerdekaanya. Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu Pemerintahan Negara Indonesia yang melindungi segenapbangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum,mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan,perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah kemerdekaan Indonesia itu dalam suatu hukumdasar Negara Indonesia yang terbentuk dalam suatu susunan Negara Republik Indonesia yangberkedaulatan rakyat dengan berdasar kepada: Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islambagi pemeluk-pemeluknya, menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia dankerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, serta denganmewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Pada tanggal 10 sampai dengan 16 Juli 1945, BPUPKI mengadakan sidang kedua. Pada masapersidangan ini, BPUPKI membahas rancangan undang-undang dasar. Untuk itu, dibentuk PanitiaPerancang Undang-   Undang Dasar yang diketuai Ir. Sukarno. Panitia tersebut juga membentukkelompok kecil yang beranggotakan tujuh orang yang khusus merumuskan rancangan UUD. Kelompokkecil ini diketuai Mr. Supomo dengan anggota Wongsonegoro, Ahmad Subarjo, Singgih, H. Agus Salim,dan Sukiman. Hasil kerjanya kemudian disempurnakan kebahasaannya oleh Panitia Penghalus Bahasayang terdiri atas Husein Jayadiningrat, H. Agus Salim, dan Mr. Supomo. Ir. Sukarno melaporkan hasilkerja Panitia Perancang Undang-Undang pada sidang BPUPKI tanggal 14 Juli 1945. Pada laporannyadisebutkan tiga hal pokok, yaitu pernyataan Indonesia merdeka, pembukaan undang-undang dasar, danundang-undang dasar (batang tubuh). Pada tanggal 15 dan 16 Juli 1945 diadakan sidang untuk menyusun UUD berdasarkan hasil kerja PanitiaPerancang Undang-Undang Dasar. Pada tanggal 17 Juli 1945 dilaporkan hasil kerja penyusunan UUD.Laporan diterima sidang pleno BPUPKI.