Jawabanmu

2014-09-05T11:33:44+07:00
Damhuri Muhammad terlahir di Taram, Payakumbuh, Sumatera Barat, 1 Juli 1974. Menyelesaikan studinya pada jurusan Bahasa dan Sastra Arab di Fakultas Adab IAIN Imam Bonjol, Padang (1997). Damhuripun mendapatkan kesempatan untuk lanjut di Psacasarjana Filsafat Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta (2001). Sekarang Damhuri Muhammad tinggal dan menetap di pinggiran kota Jakarta.             Bagi Damhuri, agama selain sebagai dasar iman yang harus terpatri dalam dadanya melainkan juga sebagai warisan budaya dari nenek moyang mereka. Sebab dengan beragama  islam maka anak laki-laki di kampungnya harus tinggal di surau sebagai proses pendewasaan dan ketidak bergantungannya pada orang lain. Hal ini sangat berguna untuk bekal ketika hidup di negeri rantau. Hal ini terbukti dari jejang pendidikannya  yang berkultur agama atau religi.             Bagi sosok Damhuri membuat cerpen tidaklah mudah karena harus sesuai dan membutuhkan ketelatenan sebab baginya menulis cerpen seperti meraut sepasang bilah layang-layang. Butuh keuletan dan ketelatenan untuk terus-menerus meraut kedua bilah itu dari pangkal hingga ujung, sampai permukaannya benar-benar halus, dan imbang bila ditimbang. Selian itu juga Damhuri memiliki kebiasan yaitu menyimpan cerpen-cerpennya yang sudah selesai ditulis dalam waktu relatif cukup lama, terkadang sampai berbulan-bulan lamanya sebelum dia mengirimkan ke meja redaksi. Barangkali itulah sebabnya, dibanding tahun-tahun lalu, produktifitas publikasi cerpennya agak menurun. Bukan  karena dia tidak mengarang, tetapi lebih pada karena ingin mengendapkan cerpen-cerpen itu, agar dia punya waktu untuk kembali membaca-bacanya, membengkelinya, menyempurnakannya, hingga benar-benar matang menjadi sebuah karya sastra.             Beberapa cerpen dan karya sastranya lainnya yang pernah diterbitkan diantaranya selain Juru Masak (2009), LARAS, tubuhku bukan milikiku (2005), Lidah Sembilu (2006), Cinta Di atas Perahu Cadik-cerpen KOMPAS pilihan 2007- (2008). Sehari-hari ia bekerja sebagai editor fiksi untuk sebuah penerbitan di Jakarta. Saat ini pula beliau sedang merampungkan sebuah novel silat berjudul Gelang-gelang Kawat (segera terbit).