Jawabanmu

2014-09-04T15:52:05+07:00
TEKNIK PEMBUATAN DAN PELARASANANGKLUNGMemilih BambuBambu adalah bahan baku dari Angklung. Untuk membuat satu angklung utuh menurut salah seorang perajin angklung Saung Angklung Udjo, Ahmad Rosidi (58) ada tiga jenis bambu yang digunakan yaitu bambu hitam, bambu tali dan bambu gombong.Bambu hitam untuk tabung suara, bambu tali/rotan untuk dasar rangka dan bambu gombong untuk tiang rangka angklung.Bambu yang digunakan setidaknya harus berusia 5 tahun. Jika kurang dari 5 tahun bambu masih muda dan rapuh sedangkan jika lebih dari 5 tahun bambu terlalu keras dan warnanya kusam. Hal itu akan membuat suara angklung mudah berubah. Bambu yang telah di seleksi dipotong pada musim kemarau dari pukul 9 pagi sampai pukul 3 sore hari. Setelah memotong dasar dari pohon bambu, dengan ukuran kurang lebih 2-3 jengkal dari permukaan tanah, bambu harus disimpan selama sekitar 1 minggu, sehingga bambu benar-benar tidak berisi air.Setelah seminggu, bambu harus dipisahkan dari cabang-cabangnya. Dan dipotong menjadi berbagai ukuran tertentu. Kemudian, bambu harus disimpan selama sekitar satu tahun untuk mencegah dari gangguan hama. Ada beberapa cara supaya kekuatan kayu bisa tahan lama, yaitu :ü  Prosedur yang harus diperhatikan adalah dengan cara merendam bambu di genangan lumpur, kolam atau sungai.ü  Prosedur lain bisa dengan cara diasapi di perapian (diunun), danü   Prosedur modern adalah dengan menggunakan formula cairan kimia tertentusehingga kayu bisa tahan terhadap hama atau tahan cuaca.
Bagian-Bagian AngklungAngklung terdiri dari 3 bagian:v  Tabung Suara adalah tabung suara yang menghasilkan intonasi. Proses setem dapat menghasilkan intonasi.v  Kerangka angklung adalah kerangka yang terbuat dari bambu untuk tempat berdiritabung.v  Dasar  berfungsi sebagai kerangka tabung suara.
Proses PelarasanUntuk menyetem atau melaras angklung, hendaknya diketahui dahulu nama bagian-bagian dari tabung angklung tersebut.
Keterangan :1.        Kaki tabung yang dimasukan pada alas/dasar ancak.2.        Tabung resonator.3.        Papan suara/Klank board.4.        Lubang untuk menggantungkan5.        Bagian tabung atas.6.        Bibir tabung resonator.7.        Tabung resonator
Adapun yang dijadikan dasar dalam cara pelarasan ialah bahwa suara yang ditimbulkan oleh tabung resonator (bunyi tiup) harus sama dengan suara bilamana tabung itu dipukul bagian bawahnya dekat kaki tabung  (bunyi pukul). Sebelum melarasnya, sediakan terlebih dahulu alat untuk dijadikan “standar nada” misalnya, stefluit, atau alat musik lain sesuai kebutuhan nada yang akan dilaraskan pada angklung. Namun zaman sekarang perajin angklung sebagian besar menggunakan alat “Tuner” untuk pelarasan karena kelebihan dari alat ini adalah ketepatannya dalam melaraskan nada.
Cara menggunakan alat Tuner:Ø  Untuk menggunakan tuner, kita harus memperhatikan baik dari lampu di sebelah kiri dan kanan dari panel, dan juga jarum penunjuk.Ø  Sebagai contoh, jika Anda akan membuat sebuah nada “F”, anda harus menggoyangkan angklung sembari memperhatikan baik dari lampu yang akan menyala bersamaan, dan untuk jarum penunjuk yang akan menunjukkan angka “F”.
7 4 7
2014-09-04T17:37:55+07:00