Jawabanmu

2014-09-04T10:08:43+07:00
Gedung Pancasila
ASAL MULA GEDUNG PANCASILA
Pada masa pemerintahan Hindia Belanda berkuasa di
Indonesia, sejumlah bangunan gedung pemerintahan
didirikan di sekitar kawasan yang kini disebut sebagai
Taman Pejambon dan Lapangan Banteng di Jakarta.
Gedung-gedung tersebut ialah Dewan Perwakilan Rakyat
(Volksraad) di Jalan Pejambon 6, Dewan Hindia Belanda
di Pejambon 2 (Raad van Indie, sekarang menjadi
bagian dari gedung Departemen Luar Negeri), Gereja
Katolik Roma di sisi timur Lapangan Banteng, dan
Gedung Keuangan. Susunan letak dari keempat gedung
tersebut seolah-olah berada dalam sebuah lingkaran
yang besar.
Di sisi timur terletak gedung Pengadilan Tinggi, Benteng
Pangeran Frederick (bekas benteng bawah tanah
pasukan Belanda), Gereja Immanuel dan Stasiun Kereta
Api Gambir yang terletak berhadapan di Jalan Merdeka
Timur. Bangunan Benteng Pangeran Frederick telah
dipugar dan di bekas lahannya tersebut saat ini telah
didirikan Masjid Istiqlal yang megah.
Gedung Volksraad saat ini dikenal sebagai Gedung
Pancasila dan sekarang menjadi bagian dari kompleks
bangunan Gedung Departemen Luar Negeri Republik
Indonesia.
Tidak ada catatan resmi mengenai kapan tepatnya
Gedung Pancasila tersebut mulai dibangun. Beberapa
literatur menunjukkan bahwa pembangunannya
dilaksanakan kira-kira pada tahun 1830. Gedung
tersebut awalnya dibangun sebagai rumah kediaman
Panglima Angkatan Perang Kerajaan Belanda di Hindia
Belanda, yang juga merangkap sebagai Letnan Gubernur
Jenderal.
Sebelumnya Panglima Angkatan Perang tinggal di
gedung yang sekarang berdiri Gereja Katedral. Melalui
surat keputusan tanggal 5 Desember 1828, rumah
kediaman Panglima dijual kepada Yayasan Gereja
Katolik dengan harga 20.000 gulden. Yayasan Gereja
kemudian membongkar rumah tersebut dan mendirikan
gereja. Karena sebab-sebab yang tidak diketahui, gereja
tersebut roboh pada tanggal 9 April 1880. Akhirnya
dibangunlah Gereja Katedral di tempat tersebut yang
diresmikan satu dekade kemudian pada tahun 1901.
Karena rumah kediaman panglima tersebut dijual, maka
perlu dibangun sebuah rumah baru. Gedung ini
selanjutnya dibangun di atas sebuah taman yang indah
yang kemudian dikenal dengan Taman Hertog. Nama ini
berasal dari Hertog van Saksen Weimar yang menjabat
sebagai Panglima dari tahun 1848-1851. Nama tersebut
kemudian berganti menjadi Taman Pejambon. Di sekitar
Pejambon dahulu juga terdapat sebuah kompleks
militer.
Panglima berdiam di Taman Hertog sampai tahun 1916.
Pada tahun 1914-1917, Departemen Urusan Peperangan
Hindia Belanda dipindahkan ke Bandung yang diikuti
juga dengan kepindahan Panglima ke kota tersebut.
1 1 1