Apa nilai kehidupan dan amanat pada cerpen iniKepergian
Seorang Teman

Mentari
telah bersinar terik. Sang burung pun hilir mudik berterbangan. Jalan raya
padat tak bersela, itulah pemandangan yang selalu kulihat ketika aku berangkat
sekolah. Kenalin gue zenita putri azzahra, gue sekolah di SMA HARAPAN BANGSA
kelas XI IPA.

Waktu
itu gue lagi pelajaran tapi salah satu temen gue gak ada. Dan gue baru sadar
kalo dia gak ada pas gue istirahat. Biasanya gue ngobrol sama dia, tapi ini
kerasa ganjil dan beda banget. Gue gak tau kenapa dia gak berangkat mungkin dia
sakit, atau lagi lomba karena yang gue tau dia itu atlet sepakbola putri.

Besoknya
gue berangkat ke sekolah, tapi temen gue yang satu itu belum juga masuk. Dan
kabar yang gue denger dia keluar dari sekolah. awalnya gue gak percaya tapi
besoknya gue percaya. karena waktu itu, pada jam pelajaran bahasa inggris. gue
izin ke kamar mandi sama temen gue namanya bella. gue lihat di depan deket
ruang pembayaran ada orang yang gak asing lagi buat gue. Yak dia orang yang
selama ini gue cari namanya raquel, dia sama ibunya mau ngurus surat
kepindahan. Gue samperin lah dan kita sempet ngobbrol. “raquel, lu kenapa
beberapa hari ini gak masuk?. gue kangen banget tau sama lu.” Tanya gue

“iya sorry nit gue mau pindah.”

“loh… loh.. lohh?.. udah dipikir mateng-mateng itu.”

“iya gue juga udah yakin mau pindah”

“ya udah deh terserah lu.” Ucap gue pasrah

“sorry ya.”

“iya gak papa.” Udah gitu gue balik ke kelas sama bella dan gue ngebilangin ke
temen deketnya dia dan ke ade sepupunya dia namanya aurel. Mereka pun izin
untuk ke kamar mandi dan menemui raquel.


1,
2, 3, 4, 5 menit, mereka balik ke kelas. tapi gak dengan aurel, dia nangis dan
dia gak mau masuk kelas kalau raquel gak masuk. Akhirnya guru yang mengajar
mengizinkan raquel masuk ke dalam kelas sekalian untuk perpisahan.

Kelas
pun hening tak ada suara terdengar hanya isakan tangis memenuhi ruangan dia
berbicara di depan kelas “temen-temen gue mau pamit besok gue udah gak bisa
bareng kalian lagi gue bakalan pindah sekolah” Kelas pun semakin tak terkendali
isakan tangis semakin terdengar apalagi ketika pak guru menyuruh raquel untuk
menyalami kita satu per satu. Raquel pun sama dengan gue dan kawan-kawan, dia
juga gak bisa ngendaliin air matanya untuk gak turun dari pelupuk matanya.

Setelah
raquel pergi semua belum terkendali normal, keadaan masih penuh tangis dan air
mata. Terutama aurel dan laura mereka adalah temen deketnya raquel banyak
kenangan yang mereka lalui bersama. dari sedih, senang, susah, duka mereka
lewati bersama, hingga akhirnya laura meminta izin untuk ke kamar mandi diikuti
dengan raisa, renia dan bella.

Di
kamar mandi laura menjadi-jadi dia terus menghantam tembok hingga tangannya
berdarah. Semua mencoba mengendalikannya dan akhirnya dia berhasil dibawa masuk
ke dalam kelas.

Gue
sadar, perpisahan mungkin terjadi. tapi janganlah terlalu lama menangis dengan
perpisahan. percayalah kita akan bertemu kembali di suatu saat nanti. dan akan
tertawa dan tersenyum dalam jangka waktu yang cukup lama.

1

Jawabanmu

2014-09-04T16:42:06+07:00
Suatu pertemuan pasti ada perpisahan. Buatlah kenangan yang indah sebelum berpisah dan hadapilah perpisahan itu.

Klo menurutku sih gtu. Maaf klo salah, y
1 4 1