Jawabanmu

2014-02-25T06:35:37+07:00
Doktrin adalah sebuah spesifikasi yang menggambarkan suatu fenomena tertentu dalam sebuah keadaan politik, atau merupakan bentuk artikulasi ide yang berhubungan pada suau fenomena dimana doktrin tersebut diterapkan (Sandru, 2012). Doktrin juga dapat diartikan sebagai sebuah serangkaian prioritas yang ada pada suatu negara dan menunjukan cara untuk mencapai apa yang dimaksud (Posen, 1984). Pemahaman definitif ini memberikan pengertian sederhana mengenai doktrin, serta menggambarkan dimana letak Doktrin dalam pelaksanaan Polugri suatu negara untuk mencapai kepentingan nasionalnya. Secara sederhana, pemahaman diatas memberikan eksplanasi bahwa Doktrin memperuncing pelaksanaan Polugri untuk mencapai kepentingan suatu negara pada sebuah situasi.Keseimbangan Dinamis atau Dynamic Equilibrium merupakan pengejawantahan Polugri Bebas-Aktif dibawah Presiden SBY untuk lebih berperan di kawasan, khususnya Asia Tenggara dan Asia Timur. Berdasarkan penelusuran mengenai perumusan Polugri Indonesia selama era presiden SBY, maka dapat terlihat jelas bahwa Doktrin Natalegawa merupakan salah satu bentuk manifestasi Polugri yang telah dikembangkan selama periode Presiden SBY.Penggambaran mengenai penjabaran Polugri era presiden SBY yang bukan lagi “Rowing between the Two Reefs”, melainkan “Navigating a Turbulent Ocean” menjadi faktor utama yang menggambarkan bahwa terdapat keterkaitan erat Doktrin Natalegawa “Dynamic Equilibrium”. Secara eksplisit, Doktrin Natalegawa mempertahankan beberapa prinsip Polugri SBY “Navigating a Turbulent Ocean”, yaitu menjaga keberimbangan antara independensi pengambilan keputusan, kebebasan bertindak dan pendekatan yang konstruktif; tidak bergabung pada sebuah aliansi militer; konektivitas dengan dunia luar; mencerminkan nasionalisme dan identitas Indonesia (Djafar, 2013).Dalam konteks ASEAN, selain merefleksikan intepretasi Polugri bebas-aktif era Presiden SBY, Doktrin Natalegawa juga bermaksud menempatkan posisi Polugri Indonesia pada pembentukan kawasan yang stabil, damai dan dapat berkontribusi pada pembangunan ekonomi, baik kawasan maupun nasional (Kemlu, Diplomasi Indonesia, 2011).Pembentukan Doktrin Natalegawa tidak dapat pula diartikan semata-mata dipengaruhi oleh Politik bebas-aktif maupun intepretasi kembali maknanya pada era Presiden SBY. Melainkan, ini lahir dari kalkulasi strategis perubahan di lingkungan strategis Indonesia, baik di ASEAN maupun yang secara geografis berdekatan dengan ASEAN. Doktrin Natalegawa diasumsikan terbentuk melalui dua faktor utama dalam dinamika lingkungan strategis kawasan yang sangat signifikan. Pada mulanya hal ini disebabkan oleh kebangkitan RRC baik secara ekonomi yang berpengaruh pada penguatan kekuatan militer (The Rise of the Dragon), serta pergeseran fokus politik luar negeri AS ke Asia-Pasifik (US Pivot) yang juga dibarengi dengan ekspansi ekonomi dan militer.Melihat kembali pada sejarah Perang Dingin dimana terjadi perimbangan kekuatan antara AS dan Uni Soviet, maka kehadiran dua kekuatan utama baru yaitu AS dan RRC sebagai bangunan politik di kawasan dapat memicu instabilitas kawasan yang cenderung konfliktual, membagi peta politik negara-negara di kawasan antara dua kekuatan utama tersebut.Doktrin Natalegawa memiliki kecenderungan untuk membangun arsitektur kawasan yang stabil, damai dan membawa kemakmuran tidak hanya terbatas di kawasan Asia Tenggara, melainkan juga dengan perluasan hingga kawasan Asia Timur. Hal ini perlu disoroti dengan sangat serius karena mengandung beberapa pengertian terhadap intepretasi Doktrin tersebut. Pertama, ASEAN yang merupakan institusi kerjasama kawasan Asia Tenggara yang bersifat terbuka dianggap akan dapat mengakomodasi kepentingan negara-negara di Asia Timur, dimana tidak terdapat institusi kerjasama di kawasan ini. terlebih lagi, dinamika politik di kawasan Asia Timur adalah hambatan utama dalam pembentukan kerja sama di kawasan tersebut. Kedua, Doktrin Natalegawa menempatkan ASEAN menjadi poros untuk perluasan kerjasama antar kawasan, yaitu Asia Tenggara dan Asia Timur. Hal ini berarti bahwa Keseimbangan Dinamis yang dimaksudkan oleh Natalegawa terbentuk melalui peran sentral ASEAN.Namun pengertian Doktrin Natalegawa untuk membentuk arsitektur kawasan yang dinamis tanpa satu kekuatan yang mendominasi, justru membuat ketidakpastian semakin jelas karena sentralitas ASEAN dipertaruhkan dalam hal ini, khususnya ketika Doktrin Natalegawa dengan dominan digambarkan sebagai sikap politik utama Indonesia dan ASEAN dalam konflik di Laut Cina Selatan.