Jawabanmu

2014-02-24T20:03:19+07:00
Sumber daya alam lokal khususnya dari sektor pertambangan terdiri dari : Sumber daya Mineral (mineral logam dan non logam), Sumber daya Energi (minyak, gas, dan batubara), dan Sumber daya Panas Bumi. Sumber daya alam lokal yang dimaksud dalam studi ini serta mempunyai hubungan langsung dengan rencana pengembangan industri baja, adalah : Sumber Daya Mineral Logam dan Batubara.
Sumber daya mineral logam atau dalam istilah di pertambangan disebut dengan Bahan Galian Logam, terdiri dari : 4 (empat) kelompok bahan galian dan 30 (tiga puluh) jenis komoditi, yakni :
* Kelompok Bahan Galian Logam Dasar
Timbal, Tembaga, Seng, Timah, Air Raksa, Antimon, Molibden, Bismuth
* Kelompok Bahan Galian Logam Mulia
Emas, Perak, Platina
* Kelompok Bahan Galian Logam Besi dan Paduan Besi
Besi, Mangan, Krom, Kobal, Nikel, Wolfram, Vanadium
* Kelompok Bahan Galian Logam Ringan dan Logam Langka
Aluminium, Magnesium / Monasit, Zirkon, Titan, Berilium, Litium, Tantalum,Cadmium, Galium, Indium, Yitrium, Torium
Belum semua bahan galian seperti tersebut di atas sudah dieksplorasi dan diekspoitasi. Dari 30 jenis komoditi bahan galian logam tersebut, dapat dikelompokkan menjadi tiga, Yaitu :
* Kelompok Bahan Galian Logam yang sudah diproduksi dan memiliki data yang lengkap (data produksi tahun 2005 ada sehingga cadangan awal 2006 dapat diperoleh).
Tembaga, Timah, Emas, Perak, Besi, Mangan, Nikel, Aluminium
* Kelompok Bahan Galian Logam yang sudah diproduksi tetapi belum memiliki data yang lengkap (data produksi tahun 2005 belum ada sehingga cadangan awal 2006 hanya perkiraan)
Timbal, Seng, Air Raksa, Molibdenum, Platina, Krom, Kobal, Monasit, Titan
* Kelompok Bahan Galian Logam yang belum diproduksi sehingga tidak memiliki data yang lengkap (data produksi tahun 2005 tidak ada sehingga cadangan awal 2006 hanya perkiraan)
Antimon, Bismuth, Wolfram, Vanadium, Zirkon, Berilium, Litium, Tantalum, Cadmium, Galium, Indium, Yitrium, Torium

Beberapa jenis bahan galian logam mempunyai bentuk, spesifikasi dan sifat-sifat yang berbeda sehingga dibagi dalam sub – sub jenis. Nama dari sub jenis ini biasanya yang sering disebutkan.
* Logam Besi, dibagi atau dibedakan menjadi :
Besi Primer
Besi Laterit
Pasir besi
* Logam Kromit, dibagi atau dibedakan menjadi :
Kromit Primer
Kromit Plaser
* Logam Titan, dibagi atau dibedakan menjadi :
Titan Laterit
Titan Plaser
* Logam Emas, dibagi atau dibedakan menjadi :
Emas Primer
Emas Alluvial
Selain itu, pemisahan jenis juga biasanya berlaku untuk jenis – jenis logam sebagai berikut :
* Logam Nikel, dibagi atau dibedakan menjadi :
Bijih Nikel
Ferro Nikel
Nikel dalam Ferro Nikel
Ni + Co Dalam Matte
* Logam Tembaga, dibagi atau dibedakan menjadi :
Logam Tembaga
Konsentrat Tembaga
* Logam Timah, dibagi atau dibedakan menjadi :
Logam Timah
Konsentrat Timah
* Logam Bauksit, dibagi atau dibedakan menjadi :
Bauksit
Converter Matte
Sumber Daya Energi khususnya batubara, pada umumnya dibedakan berdasarkan peringkat kualitasnya. Peringkat yang tertinggi adalah : Antrasit, disusul kemudian oleh Bituminus, Subbituminus dan peringkat paling rendah adalah Lignit.
Kualitas batubara di Indonesia umumnya adalah Lignit, Subbituminus dan Bituminus, namun peringkat ini bisa meningkat karena adanya pengaruh intrusi dari batuan beku pada endapan batubara.
Misal, seperti yang terjadi di Bukit Asam, Bengkulu dan Sangatta.
Ditinjau dari usia endapan, batubara di Indonesia yang sangat banyak dan bernilai ekonomis untuk ditambang adalah pada umumnya terbentuk pada era tersier, yakni :
Paleogen (Eosen dan Oligosen) dan Neogen (Miosen, Pliosen dan Plistosen). Batubara Eosen terdapat pada : Cekungan Ombilin (Sumatera Barat), Cekungan Riau, Cekungan Pasir dan Asam-asam (Kalimantan Timur dan Selatan), Cekungan Barito (Kalimantan Tengah dan Selatan), Cekungan Ketungau (Kalimantan Barat). Sedangkan Batubara Miosen terdapat pada : Cekungan Sumatera Selatan, Cekungan Bengkulu, Cekungan Meulaboh (NAD), Cekungan Kutai dan Tarakan (kalimantan Timur), Cekungan Barito (Kalimantan Selatan).
Batubara yang diekspor (diperdagangkan) dari Indonesia dikenal sebagai batubara yang berkualitas bagus (bituminus dan Subbituminus) dan bersih. Kandungan Abu nya rendah, kurang dari 5 %. Demikian juga kandungan Sulfur nya kurang dari 1 %, dan pada umumnya berkalori rendah. Tiga parameter tersebut biasanya yang dipertimbangkan dalam perdagangan batubara.

1 4 1