Jawabanmu

2014-09-03T21:34:54+07:00
Latar Belakang Jepang Mendirikan PETA
Penyerahan tanpa syarat Letnan Jenderal H. Ter Poorten, Panglima Angkatan Perang Hindia Belanda kepada pimpinan tentara Jepang Letnan Jenderal Hitoshi Imamura yang terjadi pada tanggal 8 Maret 1942, hal ini menandai berakhirnya pemerintahan Hindia Belanda di Indonesia yang kemudian digantikan oleh pemerintahan pendudukan Jepang. Dengan begitu Indonesia memasuki periode baru, yaitu periode pendudukan Jepang. Berbeda dengan zaman Hindia Belanda yang hanya terdapat satu pemerintahan sipil, pada zaman pendudukan Jepang terdapat tiga pemerintahan militer pendudukan yaitu sebagai berikut: a.     Pemerintahan Militer Angkatan Darat atau Rikugun (Tentara ke-25) untuk daerah Jawa dan Madura dengan pusatnya di Jakarta. b.    Pemerintahan Militer Angkatan Darat atau Rikugun (Tentara ke-16) untuk daerah Sumatera dan Semenanjung Tanah Melayu dengan pusatnya di Bukittinggi. c.     Pemerintahan Militer Angkatan Laut atau Kaigun (Armada Selatan ke-2) untuk daerah Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, Irian dengan pusatnya di Makassar. Pada awal mulanya pemerintahan Jepang di Indonesia, tentara Jepang membentuk pemerintahan militer di Pulau Jawa yang bersifat sementara, hal ini sesuai dengan Osamu Seirei (Undang-undang yang dikeluarkan oleh Panglima tentara ke-16) No. 1 Pasal 1 yang dikeluarkan pada tanggal 7 Maret 1942. Undang-undang tersebut kemudian menjadi pokok dari peraturan-peraturan ketatanegaraan Jepang di Indonesia. Berdasarkan Undang-undang tersebut, dapat diketahui bahwa jabatan Gubernur Jenderal pada zaman Hindia belanda dihapuskan. Segala kekuasaan yang sebelumnya dipegang oleh Gubernur Jenderal kemudian diganti oleh panglima tentara Jepang di Jawa. Undang-undang tersebut juga mengisyaratkan bahwa pemerintahan pendudukan Jepang berkeinginan untuk terus menggunakan aparat pemerintahan sipil beserta para pegawainya. Hal itu dimaksudkan agar pemerintahan dapat berjalan terus dan kekacauan dapat dicegah. Akan tetapi, pemimpin-pemimpin dari pusat sampai daerah dipegang oleh tentara-tentara Jepang. Koordinator pemerintahan setempat disebut dengan Gunsebu. Misalnya di wilayah Jawa Barat pusat koordinator berada di Bandung. Pada setiap Gunsebu ditempatkan beberapa komandan militer. Mereka mendapat tugas untuk memulihkan ketertiban dan keamanan, menanam kekuasaan, dan membentuk pemerintahan setempat. Mereka juga diberi wewenang untuk memecat para pegawai bangsa Belanda. Namun, usaha untuk membentuk pemerintahan setempat ternyata tidak berjalan dengan lancar. Jepang kekurangan tenaga pemerintahan  yang sebenarnya telah dikirimkan dari Negara Jepang, tapi dalam perjalanan menuju Indonesia dengan menggunakan kapal laut, kapal mereka tenggelam karena diserang oleh Sekutu dengan
2014-09-03T21:47:12+07:00
Peta dibentuk pada tanggal 3 Oktober 1944 (insyallah bener.. cuz liat dibuku paket ips)