Jawabanmu

2014-02-24T19:35:00+07:00
Banjir
Banjir terjadi hampir merata di Indonesia saat ini. Apa penyebabnya? Apakah manusiamenjadi salah satu penyebabnya?
Banjir terjadi karena banyak faktor. Curah hujan yang sangat tinggi dapat dianggapsebagai sebab terjadinya banjir. Selain itu, saluran air atau got yang tidak berfungsikarena tersumbat oleh sampah juga menjadi sebab terjadinya banjir.
Jika Anda mempunyai biaya besar dan ruang lebih besar, buatlah sumur resapandengan kedalaman mencapai empat meter dan diameter 150 cm. Perubahan iklim global mengakibatkan curah hujan tinggi bisa terjadi tiba-tiba. Curahhujan tersebut dapat terjadi dalam kurun waktu yang singkat atau dalam waktu lama.
Awalnya, air akan berubah sifat menjadi jenuh pada tanah melalui infiltrasi pada poriporitanah. Pada kejadian selanjutnya air itu tidak lagi bisa diserap oleh tanah sehinggaterjadi banjir.
Cara sederhana mengatasi banjir adalah dengan memperlakukan air dengan benar.Artinya, kita harus dapat menyalurkan dan mengendalikan curahan hujan yang jatuhke bumi dengan baik.Misalnya, jika kita tidak dapat mengirit pemakaian air, kita masih dapat menyimpannyadengan memasukkan air kembali ke dalam tanah. Air hujan yang ditampung melaluitalang dapat dimasukkan langsung ke dalam tanah dengan cara membuat lubangserapan.

2014-02-24T19:40:50+07:00
CONTOH TEKS EKSPLANASI : HUJAN Es
 Hujan es, dalam ilmu meteorologi disebut juga hail, adalah presipitasi yang terdiri dari bola-bola es. Salah satu proses pembentukannya adalah melalui kondensasi uap air lewat dingin di atmosfer pada lapisan di atas freezing level. Es yang terjadi dengan proses ini biasanya berukuran besar. Karena ukurannya, walaupun telah turun ke aras yang lebih rendah dengan suhu yang relatif hangat tidak semuanya mencair. Hujan es tidak hanya terjadi di negara sub-tropis, tapi bisa juga terjadi di daerah ekuator.
Proses lain yang dapat menyebabkan hujan adalah riming, dimana uap air lewat dingin tertarik ke permukaan benih-benih es. Karena terjadi pengembunan yang mendadak maka terjadilah es dengan ukuran yang besar.

Hujan es disertai puting beliung berasal dari jenis awan bersel tunggal berlapis-lapis (CB) dekat dengan permukaan bumi, dapat juga berasal dari multi sel awan , dan pertumbuhannya secara vertical dengan luasan area horizontalnya sekitar 3 – 5 km dan kejadiannya singkat berkisar antara 3 - 5 menit atau bisa juga 10 menit tapi jarang, jadi wajar kalau peristiwa ini hanya bersifat local dan tidak merata, jenis awan berlapis lapis ini menjulang kearah vertical sampai dengan ketinggian 30.000 feet lebih, Jenis awan berlapis-lapis ini biasa berbentuk bunga kol dan disebut Awan Cumulo Nimbus (CB).

Dua per tiga dari bumi kita ini mengandung air dan sisanya adalah daratan. Air itu tersimpan dalam banyak wadah seperti samudera, lautan, sungai, danau. Jangan lupa tubuh kita ini juga mengandung banyak air juga. Nah air yang ada di berbagai wadah tersebut akan mengalami penguapan atau evaporasi dengan bantuan matahari. Oya, tak lupa juga air yang ada di daun tumbuhan ataupun permukaan tanah. Proses penguapan air dari tumbuh-tumbuhan itu dinamakan transpirasi.

Kemudian uap-uap air tersebut akan mengalami proses kondensasi atau pemadatan yang akhirnya menjadi awan. Awan-awan itu akan bergerak ke tempat yang berbeda dengan bantuan hembusan angin baik secara vertikal maupun horizontal. Awan yg mengandung uap air tertiup angin ketempat yg dingin, mencapai dew point / titik embun, lalu mengembun, dan karena beratnya, kemudian jatuh sebagai hu jan. Saat telah mengembun itu, sudah jadi air, lalu tertiup oleh angin thermis yg naik, keketinggian dgn temperatur dibawah freezing point, embun tersebut lalu akan membeku menjadi es, dan akan jatuh kebawah. Karena ikatan antar molekul es selaku benda padat jauh lebih kuat dari ikatan antar molekul air, maka es tersebut lalu jatuh dalam bentuk yg tidak beraturan, bisa sebesar kepalan tangan. Inilah fenomena terjadinya hujan es. Hujan es hanya terjadi di wilayah iklim dingin atau subtropics.

Oleh sebab itu hujan es jarang terjadi di daerah tropis seperti di Indonesia, sebab, angin thermis yg bertiup naik vertikal, adanya terutama didaerah tropis, dan subtropis (Filipina). Ini di karenakan Indonesia berada di daerah tropis, maka dari itu jarang bahkan jarang sekali di tempat kita, mengalami hujan es ini.