Jawabanmu

Jawaban paling cerdas!
2014-09-03T19:08:59+07:00
2014-09-03T19:13:44+07:00
KAMI INGIN SEGERA MERDEKA

Pertentangan antara golongan tua dan muda terjadi jauh sebelum mendekati proklamasi yaitu saat Soekarno menjabat sebagai ketua Jawa Hookokai. Bertempat di gedung Hookokai depan Lapangan Banteng tanggal 8 Juni 1945 Soekarno didatangi para pemuda yang ingin menyampaikan aspirasinya. Ketika itu masa-masa sidang kedua BPUPKI dan tuntutan para pemuda adalah agar kemerdekaan benar-benar diperjuangkan dan segera diproklamasikan. Menurut para pemuda kemerdekaan Indonesia tidak perlu menunggu perintah dari Jepang.

Para pemuda pemberani dan revolusioner tersebut adalah anggota Gerakan Angkatan Baru yang diketuai oleh BM. Diah. Mereka berusaha menjelaskan kepada Soekarno bahwa mereka mengikuti setiap berita yang dilaporkan melalui radio-radio luar negeri. Berdasarkan berita yang mereka dengar, dikabarkan bahwa kekuatan Jepang di perang telah terdesak oleh sekutu. Diperkirakan tidak lama lagi Jepang akan lumpuh. Namun pernyataan dan berita menggembirakan itu tidak dapat meyakinkan Soekarno, karena Soekarno tetap bersihkukuh pada keputusan panitia untuk melanjutkan sidang BPUPKI.

Mendengar penolakan Soekarno, para pemuda dari Gerakan Angkatan Baru menjadi semakin kecewa setelah sebelumnya juga meminta dukungan Hatta namun ditolak. Penolakan tersebut mereka anggap bahwa Soekarno dan Hatta bukan pejuang revolusioner. Namun para pemuda tidak menyerah begitu saja, mereka terus-menerus mendesak Soekarno dan Hatta untuk segera memproklamasikan kemerdekaan. Sampai kemudian para pemuda berada pada titik kulminasi kekecewaan terhadap para golongan tua, sehingga mencetuskan pengungsian Soekarno Hatta ke luar kota Jakarta yang kemudian dikenal dengan peristiwa Rengasdengklok.

Angkatan Baru : Pelopor Gerakan Pemuda
Gerakan Angkatan Baru adalah letusan keinginan mewakili golongan pemuda yang tidak puas dengan kerja para tokoh nasionalis. Menurut mereka tokoh nasionalis yang mewakili golongan tua bersikap ragu-ragu dan lamban dalam mewujudkan kemerdekaan. Bagi mereka hal itu disebabkan oleh keterikatan para golongan tua pada masa silam dan umumnya mereka adalah golongan priyayi yang feodal. Angkatan baru mempunyai pandangan yang radikal, bagi mereka merdeka atau mati. Golongan ini menolak keras kerjasama dengan penjajah baik Belanda atau Jepang yang nantinya hanya akan menjadikan Indonesia sebagai Negara Boneka milik para penjajah. Keinginan Gerakan Angkatan Baru sudah jelas yaitu “Indonesia merdeka sekarang juga, atas kekuatan tenaga nasional bangsa Indonesia”.

Gerakan Angkatan Baru terdiri dari beberapa orang akan menjadi pengurus, termasuk membuat Anggaran Dasar dan Pedoman Kerja yaitu BM. Diah sebagai ketua dan para anggotanya yaitu Chaerul Saleh, Supeno, Harsono Tjokroaminoto, Sudiro, Wikana, Sukarni, dan Asmara Hadi, Syarief Tajeb, dan Gultom. Sukarni dan Chaerul Saleh adalah dua pemuda yang berkerja di Sendenbu (Departemen Propaganda), dengan jabatan Sukarni adalah Yong-to-yo-eikan (Pegawai Tinggi IV). Karena itulah pada awalnya Sukarni tidak dipercayai oleh teman-temannya, namun karena sering mengadakan pertemuan dan dapat diketahui jalan pikirannya yang nasionalis maka lama-kelamaan mereka dapat percaya.
1 5 1