Jawabanmu

2014-02-24T15:07:16+07:00
Manusia Purba Homo Wajakensis merupakan aset kesejarahan yang bernilai tinggi, sehingga perlu untuk dipublikasikan, dilestarikan, dan juga menjadi media pembelajaran peserta didik, khususnya di Tulungagung.  Kawasan daerah di sekitar Pegunungan Kapur Selatan Tulungagung tercatat sebagai kawasan awal kehidupan dan sekaligus perkembangan kehidupan sosial-budaya Tulungagung. Sehingga adanya awal kehidupan di daerah Tulungagung tepat berada di bagian selatan itu, maka membuat transisi kehidupan hingga sekarang.Sebelum membahas mendalam mengenai manusia purba di daerah Tulungagung yang terkenal dengan sebutan manusia Homo Wajakensis, lebih baik kita telusuri di mana tempatnya diketemukan manusia purba tersebut. Pada dasarnya mengenai letak diketemukannya manusia purba Wajakensis masih gelap. Mayoritas masyarakat mengira kalau nama daerah ”Wajak” keberadaan daerahnya berada di daerah Boyolangu yang sekarang kita kenal. Di atas sudah sedikit disinggung mengenai biografi Dubois tentang penemuan awal fosil manusia wajakensis yang berada di daerah tembang marmer.Pada tahun 1859 M, Pegunungan Gamping selatan daerah Campurdarat, waktu itu masih disebut dengan distrik Wajak. Daerah tersebut tepatnya berada di Desa Gamping, di mana pada daerah tersebut terdapat penggalian tambang marmer. Namun apabila kita kronologikan, maka nama daerah yang dimaksud ”Wajak” pada masa penemuan situs fosil manusia purba tersebut adalah di daerah Campurdarat, Tulungagung bagian selatan.Di daerah selatan Tulungagung, yaitu tepatnya di daerah distrik Wajak pada tahun 1889 diketemukan sisa-sisa manusia purba, termasuk jenis manusia yang paling muda, oleh para ahli digolongkan ke dalam jenis manusia cerdas (Homo Sapiens) (Anonim; 1971:6). Fosil tenggkorak manusia purba, pada tahun 1889 M baru diketemukan oleh B. D. Van Rietschouten dan penemuan fosil tersebut dinamakan dengan Wajak I. Setelah itu fosil Wajak II diketemukan oleh Eugene Dubois pada tahun 1890. dari situlah mulai terkuaknya tabir misteri suatu fosil manusia purba yang akhirnya dinamakan dengan sebutan manusia purba Homo Wajakensis. Manusia purba Homo Wajakensis tersebut merupakan jenis manusia muda yang digolongkan sebagai manusia cerdas dan termasuk klarifikasi dalam Homo Sapiens.Pengumuman pertama tentang fosil manusia purba Homo Wajakensis diterbitkan tahun 1889 dalam pertemuan ”Koninklij – ke Natuurkundigo in Nederkansch – Indie” pada 13 Desember 1888, Mr. C. Ph. Sluiter tahun 1889 membaca surat dari Mr. B. D. Van Rietshouten yang isinya dia telah menemukan tengkorak manusia dan sejenisnya. Abstraksi tentang isi surat tersebut disimpan pada berkas koleksi Dubois, Rijksmuseum Van Natuurlijk Historie, Leiden. Di dalamnya termasuk sketsa tentang situs wajak yang diproduksi ulang oleh Van Briak, 1982. Surat tersebut tertanggal 31 Oktober 1888 (Majalah Bersinar Tulungagung, edisi 25/IV/April 2005). Menurut Effendhie (1999), bahwasanya manusia purba Wajakensis mempunyai tinggi badan 173 cm, manusia Wajak ini juga menunjukkan ciri-ciri ras Mongoloid danAustralomelanosoid, yang diperkirakan hidup antara 40000 sampai 25000 tahun yang lalu.Bagi Dubois, atas penemuannya yang berupa manusia purba Homo Wajakensis tersebut, akhirnya ia tinggal di daerah Tulungagung kurang lebih selama lima tahun. Di daerah Tulungagung tersebut, ia melakukan penyisiran lagi, ditempat Rietschoten menemukan fosil tengkorak manusia, yakni di daerah cekungan bebatuan sekitar daerah Wajak. Yang menarik pada saat Dubois tinggal di daerah Tulungagung adalah ia juga sering berkunjung ke perkebunan milik orang Skotlandia yang bernama Boyd, tepatnya di daerah Pegunungan Wilis. Setelah Dubois menemukan fosil manusia purba di daerah Tulungagung Selatan (Homo Wajakensis), ia semakin berambisi untuk bisa menemukan manusia purba yang lainnya. Akhirnya ia berpindah ke berbagai tempat di daerah Jawa Timur dan daerah Jawa Tengah . Sudah berpuluh tahun Dubois meninggalkan Indonesia, akhirnya kuburannya yang terletak di perkebunan De Bedelaer miliknya di Kota Venlo, hanya bisa membisu. Batu nisannya yang bertahtakan fosil tempurung kepala dan dua tulang paha yang disilangkan dari Phithecantrhopus yang menjadi saksi bahwasanya Dubois adalah penemu fosil manusia purba di Indonesia (khususnya daerah Jawa Tengah dan daerah Jawa Timur) 
1 5 1
2014-02-24T15:19:33+07:00
Tengkorak panjang dengan isi besar yakni Wajak I (wanita) berkapasitas 1.550 sentimeter kubik dan Wajak II (laki-laki) berkapsitas 1.650 sentimeter kubik. Isi tengkorak ini melebihi isi tengkorak manusia modern.
1 5 1