Jawabanmu

2014-09-03T07:57:51+07:00
Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia atau PPKI adalah panitia yang bertugas untuk mempersiapkan kemerdekaan Indonesia, sebelum panitia ini terbentuk, sebelumnya telah berdiri BPUPKI namun karena dianggap terlalu cepat ingin melaksanakan proklamasi kemerdekaan, maka Jepang membubarkannya dan membentuk Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI)

Pada awalnya PPKI beranggotakan 21 orang (12 orang dari Jawa, 3 orang dari Sumatra, 2 orang dari Sulawesi, 1 orang dari Kalimantan, 1 orang dari Nusa Tenggara, 1 orang dari Maluku, 1 orang dari golongan Tionghoa). Susunan awal anggota PPKI adalah sebagai berikut:

Ir. Soekarno (Ketua)Drs. Moh. Hatta (Wakil Ketua)Prof. Mr. Dr. Soepomo (Anggota)KRT Radjiman Wedyodiningrat (Anggota)R. P. Soeroso (Anggota)Soetardjo Kartohadikoesoemo (Anggota)Kiai Abdoel Wachid Hasjim (Anggota)Ki Bagus Hadikusumo (Anggota)Otto Iskandardinata (Anggota)Abdoel Kadir (Anggota)Pangeran Soerjohamidjojo (Anggota)Pangeran Poerbojo (Anggota)Dr. Mohammad Amir (Anggota)Mr. Abdul Abbas (Anggota)Mr. Mohammad Hasan (Anggota)Dr. GSSJ Ratulangi (Anggota)Andi Pangerang (Anggota)A.H. Hamidan (Anggota)I Goesti Ketoet Poedja (Anggota)Mr. Johannes Latuharhary (Anggota)Drs. Yap Tjwan Bing (Anggota)
Selanjutnya tanpa sepengetahuan Jepang, keanggotaan bertambah 6 yaitu :
Achmad Soebardjo (Anggota)Sajoeti Melik (Anggota)Ki Hadjar Dewantara (Anggota)R.A.A. Wiranatakoesoema (Anggota)Kasman Singodimedjo (Anggota)Iwa Koesoemasoemantri (Anggota)

2014-09-03T07:59:56+07:00
Keanggotaan PPKI
Pada awalnya PPKI beranggotakan 21 orang (12 orang dari Jawa, 3 orang dari Sumatra, 2 orang dari Sulawesi, 1 orang dari Kalimantan, 1 orang dari Nusa Tenggara, 1 orang dari Maluku, 1 orang dari golongan Tionghoa). Susunan awal anggota PPKI adalah sebagai berikut[2] [3]:
Ir. Soekarno (Ketua)Drs. Moh. Hatta (Wakil Ketua)Prof. Mr. Dr. Soepomo (Anggota)KRT Radjiman Wedyodiningrat (Anggota)R. P. Soeroso (Anggota)Soetardjo Kartohadikoesoemo (Anggota)Kiai Abdoel Wachid Hasjim (Anggota)Ki Bagus Hadikusumo (Anggota)Otto Iskandardinata (Anggota)Abdoel Kadir (Anggota)Pangeran Soerjohamidjojo (Anggota)Pangeran Poerbojo (Anggota)Dr. Mohammad Amir (Anggota)Mr. Abdul Maghfar (Anggota)Mr. Teuku Mohammad Hasan (Anggota)Dr. GSSJ Ratulangi (Anggota)[4]Andi Pangerang (Anggota)A.H. Hamidan (Anggota)I Goesti Ketoet Poedja (Anggota)Mr. Johannes Latuharhary (Anggota)Drs. Yap Tjwan Bing (Anggota)Selanjutnya tanpa sepengetahuan Jepang, keanggotaan bertambah 6 yaitu[5] :Achmad Soebardjo (Penasehat)Sajoeti Melik (Anggota)Ki Hadjar Dewantara (Anggota)R.A.A. Wiranatakoesoema (Anggota)Kasman Singodimedjo (Anggota)Iwa Koesoemasoemantri (Anggota)