Jawabanmu

2014-09-03T05:18:13+07:00
Setelah pelaksanaan proklamasi kemerdekaan tanggal 17 Agustus 1945, maka para pejuang bangsa Indonesia mulai menata kehidupan berbangsa dan bernegara dengan menyusun alat kelengkapan Negara.pejuang indonesia mulai membuat perjanjian kepada para pejuang lain, kemudian di konfirmasikan oleh penguasa di dalam NKRI tersebut. Penguasa disini adalah presiden. perjanjian itu adalah suatu keputusan, keputusan itu yang di ambil oleh para pejuang setelah kemerdekaan NKRI. Keputusan itu Usaha menyusun alat kelengkapan Negara antara lain dilakukan melalui :                                                                                                                                                                                           a. Sidang PPKI yang I, tanggal 18 Agustus 1945, keesokan harinya setelah proklamasi dengan keputusan :     1. Mengesahkan UUD 1945     2. Memilih presiden dan wakil presiden     3. Untuk sementara waktu tugas presiden akan dibantu oleh Komite Nasional b. Sidang PPKI yang kedua, tanggal 19 Agustus 1945 ,dengan keputusan :      1. menetapkan 12 kementrian      2. membagi wilayah RI menjadi 8 propinsi yang dikepalai oleh Gubernur c. Sidang PPKI yang ketiga, tanggal 22 Agustus 1945, dengan keputusan :     1. membentuk Komite Nasional Indonesia yang akan berfungsi sebagai Dewan Perwakilan Rakyat yang  berkedudukan di Jakarta, dengan ketuanya Mr. Kasman Singodimejo.     2. Membentuk Partai Nasional Indonesia, yang ditetapkan sebagai satu satunya partai di Indonesia, namun hal ini menimbulkan reaksi keras dari berbagai kalangan yang menghendaki agar masyarakat diberi kebebasan untuk mendirikan partai politik, hal ini mendorong keluarnya maklumat pemerintah tanggal 3 Nopember 1945 no X yang berisi tentang pembentukan partai partai politik.      3. Membentuk Badan Keamanan Rakyat, yang beranggotakan para pemuda bekas HEIHO, PETA dan KNIL, dan anggota anggota badan semi militer lainnya. Pada tanggal 5 oktober 1945 pemerintah membentuk Tentara keamanan Rakyat (TKR), sebagai panglimanya diangkat Supriyadi, namun karena tidak pernah muncul, maka posisinya digantikan oleh Sudirman, sedangkan sebagai kepala staf umum diangkatlah Oerip Sumoharjo. Nama TKR kemudian diubah menjadi Tentara Republik Indonesia (TRI), sesuai dengan maklumat pemerintah 26 Januari 1946, dan pada tanggal 7 Juni 1947 nama TRI diubah menjadi Tentara Nasional Indonesia (TNI).     Dalam perjanjian masyarakat terdapat dua tipe, yaitu ’pactum unionis’ dan ’pactum subjektionis’. Pada tahap pertama, diadakan pactum unionis, yaitu perjanjian antar individu untuk membentuk body politic, yaitu negara. Kemudian pada tahap kedua, para individu yang telah membentuk body politic tadi bersama-sama. Jadi para individu tidak menyerahkan seluruh haknya dan kebebasannya kepada body politic atau kepada seseorang (monarkhi) atau sekelompok orang atau diserahkan kepada masyarakat. Inilah yang disebut pactum subjectionis.. Perjanjian masyarakat ada 2 yaitu : Pactum Unionis : Perjanjian antar individu yang melahirkan negara.Pactum Subjectionis : Perjanjain anatara individu dengan penguasa yang diangkat dalam pactum unionis, yang isinya penyerahan hak–hak alamiah.    
:) Begitu kah kak :) kalo salah maaf :)



5 3 5