Jawabanmu

2014-02-23T19:31:47+07:00
Belakang ini terminologi gempa bumi baik tektonik maupun tsunami telah menjadi konsumsi banyak orang. Di sepanjang abad 20 dan 21, gempa telah mengakibatkan banyak kematian dan kerugian material yang sangat besar. Hingga dikatakan bahwa tak pernah ada peristiwa-peristiwa alam lain dalam sejarah yang pernah berpengaruh pada manusia hingga sampai pada batas sebagaimana halnya gempa bumi. Oleh sebab itu, bencana gempa telah menjadi peristiwa yang amat sangat ditakuti. Bahkan, teknologi abad ke-20 dan ke-21 pun hanya mampu mencegah kerusakan akibatgempa pada suatu batasan tertentu.Satu contoh adalah gempa yang terjadi pada tahun 1995 di Kobe. Peristiwa itu menjadi pelajaran bagi mereka yang suka berpikir bahwa teknologi akan memungkinkan untuk mengendalikan alam. Gempa dahsyat yang menimpa pusat industri dan transportasi terbesar Jepang itu datang tanpa diprediksi. Meskipun gempa itu hanya berlangsung selama 20 detik, sebagaimana dilaporkan oleh majalah Time, gempa tersebut mengakibatkan ke­rusakan senilai 100 milyar dollar.Dalam beberapa tahun terakhir ini, gempa-gempa besar telah terjadi berulang kali dan menjadi suatu hal yang paling menakutkan bagi manusia di seluruh dunia. Bila kita lihat pada data yang dikumpulkan oleh American National Earthquake Information Center untuk tahun 1999, kita dapati bahwa 20.832 gempa terjadi di suatu tempat di dunia. Menyebabkan sekitar 22.711 orang kehilangan nyawa.Di awal abad 21 ini juga telah terjadi gempa tektonik yang sangat mengerikan. Gempa Bam yang terjadi pada 26 Desember 2003 yang menghancurkan salah satu wilayah di Iran, telah menyebabkan sekeliling Samudera Hindia diguncang dengan musibah serupa. Kekuatan gempa yang hanya 6,6 SR itu telah menewaskan sedikitnya 41.000 orang.Peristiwa lain yang tidak pernah dilupakan sepanjang sejarah adalah apa yang terjadi pada tanggal 26 Desember 2004. Sebuah gempa tsunami dengan kekuatan 8,9 SR itu telah menewaskan lebih dari 200.000 orang dalam kondisi yang sangat mengenaskan. Dengan kekuatan gelombang lebih dari 800 km/jam, efek tsunami yang ditimbulkan oleh gempa ini telah menimbulkan kehancuran fisik dan lingkungan yang sangat besar. Badan PBB untuk Program Lingkungan Hidup (UNEP) memperkirakan kerugian Indonesia di sektor lingkungan hidup akibat bencana tsunami mencapai nilai 675 juta dolar AS, atau setara dengan sekitar Rp 6 triliun. Laporan yang dipublikasikan di Markas Besar PBB, New York, Jumat (21/1), UNEP menyebutkan kerugian tersebut berupa hilangnya sejumlah habitat alam dan fungsi ekosistem. Menurut laporan UNEP, di Aceh dan Sumatera Utara, sekitar 25.000 hektare hutan bakau, 32.000 hektare terumbu karang, dan 120 hektare tanaman laut rusak akibat bencana tersebut.
1 4 1
2014-02-23T20:33:50+07:00
Longsor adalah sebuah peristiwa dimana terjadinya gerakan tanah atau biasa disebut geologi yang terjadi karena adanya pergerakan masa batuan / tanah dengan berbagai tipe dan jenis seperti jatuhnya bebatuan atau gumpalan besar tanah. Tanah longsor atau amblas secara garis besar bisa terjadi karena dua faktor yaitu faktor pendorong dan faktor pemicu. Faktor pendorong merupakan faktor yang mempengaruhi kondisi material sendiri, sedangkan faktor pemicu adalah faktor penyebab bergeraknya material tersebut. Di Indonesia sendiri peristiwa ini hampir sering terjadi. Kebanyakan disebabkan oleh gempa sehingga menggerakkan lempeng bawah tanah sehingga mengakibatkan elemen atau lempeng bawah permukaan menjadi tergeser sehingga menimbulkan pecahan dan terjadinya longsor. Ada banyak hal lagi yang bisa memicu dan menyebabkan terjadinya kelongsoran. Baik itu diakibatkan oleh alam atau karena ulah manusia itu sendiri, diantaranya Tingginya curah hujan,  jika musim penghujan dengan durasi lama maka akan terjadi penguapan air di permukaan tanah dalam jumlah besar. Setelah penguapan maka akan muncul pori-pori atau rongga tanah, kemudian terjadi retakan di permukaan, saat hujan air akan menyusup ke bagian yang retak lalu air akan masuk sehingga terakumulasi di bagian dasar lereng, lalu menimbulkan gerakan lateral kemudian terjadilah longsor. Untuk pencegahan terjadinya longsor bisa dengan menggunakan pohon, karena akar pohon akan banyak membantu dengan cara menyerap air hujan sehingga bisa meminimalisir. Poin diatas merupakan beberapa penyebab terjadinya kelongsoran. Akibat dari bencana ini tentu tidak sedikit kerugian paling parah adalah korban jiwa, selain itu kerugian materi seperti kehilangan rumah, tanah, harta benda yang harus direlakan karena tetimbun oleh longsoran. Sangat jarang orang dalam longsor bisa menyelamatkan dirinya karena karena kecepatan tanah longsor diperkirakan kecepatannya bisa mencapai 100 km/jam kecepatan yang mustahil untuk lari bagi manusia tanpa peralatan. Selain itu setelah kejadian pun korban selamat tidak sedikit akan mengalami trauma yang mendalam. Jika mendengar suara gemuruh besar di dekat anda maka segeralah lari menuju ketempat atau wilayah dataran stabil. Jangan pergi ke pinggir tebing atau jurang curam karena itu sama saja seperti bunuh diri.
2 3 2