Jawabanmu

2014-09-02T15:43:49+07:00
Teori tentang asal mula atau teori
terbentuknya Negara dapat dilihat
dari dua segi, yakni : (a) teori yang
bersifat spekulatif, dan (b) teori
yang bersifat evolusi.
a) Teori yang Bersifat Spekulatif
Teori yang bersifat spekulatif,
meliputi antara lain : teori teokratis,
teori perjanjian masyarakat, dan
teori kekuatan/ kekuasaan.
1. Teori Teokrasi (ketuhanan)
menurut teori ketuhanan, segala
sesuatu di dunia ini adanya atas
kehendak ALLOHU Subhanahu
Wata’ala, sehingga negara pada
hakekatnya ada atas kehendak
ALLOH. Penganut teori ini adalah
Fiedrich Julius Stah, yang
menyatakan bahwa negara tumbuh
secara berangsur-angsur melalui
proses bertahap mulai dari keluarga
menjadi bangsa dan negara.
2. Teori perjanjian masyarakat.
Dalam teori ini tampi tiga tokoh
yang paling terkenal, yaitu Thomas
Hobbes, John Locke dan J.J.
Rousseau. Menurut teori ini negara
itu timbul karena perjanjian yang
dibuat antara orang-orang yang
tadinya hidup bebas merdeka,
terlepas satu sama lain tanpa ikatan
kenegaraan. Perjanjian ini diadakan
agar kepentingan bersama dapat
terpelihara dan terjamin, supaya
”orang yang satu tidak merupakan
binatang buas bagi orang
lain” (homo homini lupus, menurut
Hobbes). Perjanjian itu disebut
perjanjian masyarakat (contract
social menurut ajaran Rousseau).
Dapat pula terjadi suatu perjanjian
antara daerah jajahan, misalnya :
Kemerdekaan Filipina pada tahun
1946 dan India pada tahun 1947.
3. Teori kekuasaan/ kekuatan.
Menurut teori kekuasaan/kekuatan,
terbentuknya negara didasarkan atas
kekuasaan/kekuatan, misalnya
melalui pendudukan dan
penaklukan.
Ditinjau dari teori kekuatan,
munculnya negara yang pertama
kali, atau bermula dari adanya
beberapa kelompok dalam suatu
suku yang masing-masing dipimpin
oleh kepala suku (datuk). Kemudian
berbagai kelompok tersebut hidup
dalam suatu persaingan untuk
memperebutkan lahan/wilayah,
sumber tempat mereka mendapatkan
makanan. Akibat lebih jauh mereka
kemudian berusaha untuk bisa
mengalahkan kelompok saingannya.
Adagium thomas Hobbes yang
menyatakan ”Bellum Omnium Contra
Omnes” semua berperang melawan
semua, kiranya tepat sekali untuk
memotret kondisi mereka dalam
persaingan untuk memperebutkan
sesuatu. Kelompok yang terkalahkan
kemudian harus tunduk serta
wilayah yang dimilikinya diduduki
dan dikuasai oleh sang penakluk,
dan demikian seterusnya.
b) Teori yang Bersifat Evolusi
Teori yang evolusi atau teori historis
ini merupakan teori yang
menyatakan bahwa lembaga –
lembaga sosial tidak dibuat, tetapi
tumbuh secara evolusioner sesuai
dengan kebutuhan – kebutuhan
manusia. Sebagai lembaga sosial
yang diperuntukkan guna memenuhi
kebutuhan – kebutuhan manusia,
maka lembaga – lembaga itu tidak
luput dari pengaruh tempat, waktu,
dan tuntutan – tuntutan zaman.
Menurut teori yang bersifat evolusi
ini terjadinya negara adalah secara
historis-sosio (dari keluarga
menjadi negara).
Termasuk dalam teori ini yang
bersifat evolusi ini antara lain teori
hukum alam. Berdasarkan teori
hukum alam ini, negara terjadi
secara alamiah.