Jawabanmu

2014-09-01T19:48:24+07:00
PART I
Setelah berhasil meluluhlantahkan pangkalan militer Amerika di Pearl Harbour, Jepang melebarkan gurita militernya ke Asia Tenggara. Tanpa menghadapi rintangan, Jepang berhasil menduduki kawasan Asia Tenggara termasuk Indonesia.
Pada akhir 1944, kedudukan Jepang dalam Perang Asia Timur Raya semakin terdesak. Pada keadaan seperti ini, Perdana Menteri Jenderal Kuniako Koiso mengeluarkan janji kemerdekaan pada bangsa Indonesia pada 9 September 1944 guna menarik simpati bangsa Indonesia
Dihadapan Ir. Soekarno dan dan militer Jepang Perdana Menteri Kaiso mewakilkan pernyataan kemerdekaan untuk Indonesia kepada Tenno Haika.

Tenno Haika : “Koiso the Prime Minister of Japan declare to the people of Indonesia that they will be set free in the future. I am happy and very touched by the power of infinite mind. Well as expressed gratitude for discretion and sincerity of government employees along with armies were has been furiously fulfill its obligations. And those who for years have been waiting for the independence.

Ir.Soekarno : “Paduka yang mulia Tenno Haika dengan hati yang terharu kami menerima pengumuman bahwa kerajaan Nippon memperkenankan kemerdekaan bangsa Indonesia di kemudian hari. Hati dan jiwa kami meluap rasa terima kasih yang sekhidmat-khidmatnya pada yang mulia Tenno Haika yang bermurah hati memperkenankan terkabulnya cita-cita kami yang telah berpuluh-puluh tahun itu. Saya atas nama segenap rakyat Indonesia meminta kepada paduka tuan supaya mempersembahkan rasa terima kasih kami”.
PART II
Pada 1 Maret 1945, Jepang telah meresmikan terbentuknya BPUPKI yang dipimpin oleh Radjiman Wedyodiningrat dan memiliki anggota 60 orang. Dalam BPUPKI, terjadi siding 1 (29 Mei- 1 Juni 1945) digedung Cuo Sangi In. Dalam sidang tersebut membahas mengenai dasar Negara Indonesia.
29 Mei 1945
Ó Mr. Moh. Yamin : ”Dalam sidang hari ini, saya mengajukan usulan mengenai dasar Negara yang berwujud tulisan maupun dalam bentuk lisan. Berikut rumusan secara lisan :
a. Peri Kebangsaan
b. Peri Kemanusiaan
c. Peri Ketuhanan
d. Peri Kerakyatan
e. Peri Kesejahteraan Rakyat
· Secara tertulis :
a. Ketuhanan Yang Maha Esa
b. Kebangsaan Persatuan Indonesia
c. Rasa kemanusiaan yang Adil dan Beradab
d. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/ perwakilan
e. Keadilan social bagi seluruh rakyat Indonesia
Keesokan harinya, sidang dilanjutkan (31 Mei 1945)
Ó Prof. Dr. Soepomo : “Sidang hari kedua ini, saya ingin menyumbangkan ide pikiran saya. Usulan tersebut antara lain :
a. Persatuan
b. Kekeluargaan
c. Keseimbangan Lahir dan Batin
d. Musyawarah
e. Keadilan Rakyat
Hari terakhir sidang 1 Juni 1945
Ó Ir. Soekarno : “Saya selaku anggota BPUPKI, ingin turut serta dalam perumusan dasar Negara. Saya mengusulkan :
a. Kebangsaan Indonesia
b. Internasionalisme
c. Mufakat
d. Kesejahteraan Sosial
e. Ketuhanan Yang Maha Esa

Part III
Dengan dilaksanakan persidangan kedua pada 10-16 Juli 1945, maka selesailah sidang BPUPKI yang pertama. Sebelum diadakannya persidangan ke 2, BPUPKI sempat membentuk panitia kecil yang menampung saran & pendapat mengenai dasar Negara.

Ir. Soekarno : “Bolehkah saya berpendapat ?
Ketua BPUPKI :”Baiklah silahkan”
Ir.Soekarno :”Bagaimana jika dalam masa rehat ini,digunkan untuk membentuk suatu badan yang menampung Saran dan pendapat mengenai dasar Negara.”
Ketua BPUPKI :”Baiklah,siapa yang yang ingin ikut dalam suatu badan ini.Tapi jangan lupa akn tugas yang harus diselesaikan secepatnya dan harus dirundingkan kembali dalam sidang BPUPKI ke 2.
PART IV
Dalam masa perhatian sidang (reses) yakni tanggal 22 Juni 1945,panitia 9 dan anggota BPUPKI mengadakan pertemuan.Dalam pertemuan itu panitia kecil membuat sebuah dokumen dan yang disampaikan pembukaan dasar Negara.
Rancangan tersebut di terima baik oleh anggota BPUPKI dan disampaikan sidang pada sidang BPUPKI ke 2. Sidang BPUPKI 10-16 Juli 1945.

*para anggota BPUPKI duduk
Ketua BPUPKI : “dipersilahkan ketua panitia 9 menyampaikan hasil kinerjanya selama ini.”
Ir.soekarno : “Baiklah panitia 9 telah membuat rancangan hokum dasar Negara yang diberi nama JAKARTA CHARTER atau Piagam Jakarta”
Isi Piagam Jakarta: 
- ketuhanan dengan menjalankan syariat islam bagi para pemeluknya
- Kemanusiaan yang adil dan beradab
- Persatuan Indonesia
- Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwa
29 4 29