Jawabanmu

2014-02-21T22:52:10+07:00
Berawal dari emas dan kini menjadi atm
2014-02-21T22:55:48+07:00
 Tahap Uang Logam Uang-komoditas berupa emas, perak dan logam lainnya, dapat memenuhi syarat uang yang baik. Mereka memiliki nilai yang tinggi, namun bisa dipecah menjadi lebih kecil tanpa mengurangi nilainya. Uang logam cenderung tahan lama, bisa disimpan pada storage yang lebih kecil, mudah dibawa-bawa dan hampir bisa diterima sebagai alat tukar di wilayah manapun. Pada masa ini setiap orang berhak menempa, melebur, menjual, memakai dan menyimpannya. Tidak ada ketentuan tertentu untuk mengatur uang. Hal ini tidak menimbulkan masalah karena nilai tukar uang dinilai dari nilai instrinsiknya, yaitu nilai sebenarnya dari kadar dan volume dari uang logam tersebut (full boddied money).
Beberapa peneliti meyakini bahwa uang diciptakan pertama kali di negeri Cina lebih kurang 2700 SM pada masa Huang (Kaisar Kuning). Namun informasi lain menyatakan bahwa "Uang logam" pertama kali diproduksi oleh Cina pada abad 500 SM. Meskipun secara teknis tidak berbentuk koin, bentuk uang logam tersebut terbuat dari bahan logam, seperti perunggu. Di Di awal penggunaanya "Koin" ini tidak memiliki standar tertentu dan tidak memiliki jaminan dari otoritas manapun. Hingga akhirnya Raja Croesus Lydian mengeluarkan koin berupa perak murni dan emas yang berlaku sebagai alat tukar (560-546 SM).  Uang yang dibuatnya itu  memiliki otoritas negara dan jaminan raja. Croesus melarang penggunaan uang lainnya di wilayah Lydian, selain koin tersebut. Croesus pulalah yang pertama kali menetapkan standar perbandingan nilai koin perak terhadap koin emas. Inisiatif Croesus inilah yang membawa manusia memasuki ‘zaman uang’ modern. 
E. Tahap Uang Kertas Manusia memang makhluk yang tidak pernah puas dan tidak pernah berhenti mempermudah hidupnya. Seiring berjalannya waktu, manusia menyadari bahwa uang logam memiliki beberapa kekurangan. Walau tidak se-parah uang-komoditas, uang logam juga sulit di bawa-bawa dalam jumlah besar. Di saat ekonomi semakin berkembang, kebutuhan emas, perak dan logam berharga lainnya sebagai alat tukar semakin besar, sedangkan bahan baku yang tersedia semakin terbatas. Uang logam bisa menimbulkan masalah saat manusia melakukan transaksi ekonomi dengan nilai yang cukup besar. Mereka perlu membawa uang logam yang cukup banyak ke tempat transaksi. Membawa benda berharga dalam jumlah besar tidak mungkin dilakukan tanpa ‘terlihat’. Selain beresiko, membawa uang logam dalam jumlah yang cukup banyak membutuhkan biaya yang cukup besar. Agar uang logam itu tidak ‘memberatkan’ pemiliknya, mereka kemudian membuat secarik kertas yang menyatakan bukti kepemilikan emas dan perak.  Emas dan perak yang mereka miliki masih disimpan di pandai emas/bank. Surat tersebut dapat ditukarkan  dengan uang logam sewaktu-waktu mereka membutuhkannya. Maka, untuk melakukan transaksi, mereka tidak perlu lagi membawa uang logam yang banyak dan berat. Kertas bukti kepemilikan emas atau perak itu kemudian berevolusi menjadi uang kertas seperti yang kita kenal sekarang. Penggunaan uang dengan bahan kertas, tidak lepas dari penemuan kertas di Cina. Bahkan para ilmuwan percaya bahwa bangsa Cina adalah bangsa yang menggunakan uang kertas pertama di dunia. Bangsa Cina telah memakai uang kertas sejak abad pertama masehi, yaitu pada Dinasti T’ang (Song) berkuasa.

:) 
1 5 1