Jawabanmu

2014-02-21T22:07:25+07:00
Indonesia adalah negara berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa yang mengandung prinsip bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang beragama walaupun bukan negara agama. Agama dapat hidup dan berkembang dengan jaminan dan perlindungan negara, sedangkan para pemeluk agama berhak melaksanakan dan mengembangkan agama sesuai dengan kepercayaannya.Bagi suatu negara yang menganut keragaman agama, pengakuan kebebasan beragama memberikan rasa aman bagi rakyatnya, artinya tidak ada satu agama yang dijadikan agama resmi negara serta tidak juga satu agama tertentu yang dijadikan sumber moral dan hukum. Permasalahan utamanya adalah apakah negara mempunyai wewenang mengatur kebebasan beragama dan berkepercayaan di Indonesia. Bagaimanakah bentukbentuk tanggung jawab negara menjamin dan melindungi pelaksananaan kebebasan beragama dan kepercayaan. Penelitian yang digunakan adalah penelitian deskrptif analisis, maka pendekatan yang digunakan adalah yuridis normatif, historis, konseptual dan perbandingan mengenai kebebasan beragama dan berkepercayaan. Pendekatan yang bersifat hukum normatif tersebut dilakukan dengan menggunakan sumber utama data sekunder atau bahan pustaka, yang digunakan untuk mengkaji kaidah kaidah hukum yang berkaitan erat dengan ketentuan tentang kebebasan beragama dan berkepercayaan, Pendekatan Historis digunakan untuk menelaah sejarah dan perkembangan UUD 1945, adapun pendekatan konseptual adalah beranjak dari pandangan-pandangan dan doktrin-doktrin yang berkembang mengenai kebebasan beragama dan berkepercayaan, sedangkan pendekatan perbandingan adalah mengenai pelaksanaan kebebasan beragama dan berkepercayaan di beberapa negara. Pancasila dan Pasal 29 UUD 1945 merupakan dasar Tanggungjawab negara terhadap pelaksanaan kemerdekaan beragama dan berkepercayaan. Tanggungjawab negara harus ditafsirkan sebagai tanggungjawab untuk mengatur pelaksanaan kemerdekaan beragama dan berkepercayaan bukan untuk melakukan intervensi atau pembatasan terhadap keyakinan atau kepercayaan agama setiap warga negara. Pelaksanaan kebebasan beragama dan berkepercayaan berdasarkan nilai-nilai agama, moral, budaya Indonesia jangan sampai pelaksanaan kebebasan beragama merusak keutuhan Negara RI. Bentuk-bentuk tanggungjawab negara dalam rangka perlindungan, penghormatan, serta pemenuhan pelaksanaan kemerdekaan bergama dan berkepercayaaan ialah memberikan jaminan dan perlindungan kemerdekaan beragama dan berkepercayaan, Memberikan pelayanan dan bimbingan kepada masyarakat beragama, Melakukan pengawasan terhadap aliran-lairan kepercayaan dan agama yang dapat membahayakan masyarakat, negara dan bangsa, Pencegahan dan penyalahgunaan atau penodaan agama, Mewujudkan keamanan dan ketertiban masyarakat. Negara dalam hal ini Pemerintah harus melakukan tindakan tegas terhadap seorang atau sekelompok orang yang melakukan tindakan kekerasan terhadap pemeluk agama atau aliran kepercayaan yang dianggap menyimpang dan bahwa tindakan kekerasan itu adalah kriminal. Indonesia sebagai negara yang pluralistis dalam hal ini agama, maka untuk mencegah terjadinya konflik horizontal antara pemeluk agama dan kepercayaan yang dapat merusak persatuan dan kesatuan, negara dalam hal ini pemerintah perlu memasukan dalam dunia pendidikan tentang ajaran pluralisme untuk memperluas wawasan kebangsaan terutama pendidikan Pancasila.
2 2 2