Jawabanmu

2014-09-01T17:21:45+07:00
Sinar matahari, tidak terlalu berpengaruh pada kondisi temperatur udara, karena udara bisa dikatakan bersifat transparant, hanya meneruskan sinar. Sinar baru akan memanas, utamanya jika "menabrak" permukaan padat. 

Udara pada ketinggian menjadi lebih dingin, karena tekanan di tempat lebih tinggi adalah lebih rendah. Gas atau udara mengembang pada tekanan yang rendah. Karena gas mengembang, maka molekul bergerak lebih lambat. Karena temperatur adalah ukuran seberapa cepat gerak molekul, maka temperatur di daerah tinggi akan menjadi lebih rendah. 

Bisa juga diperbandingkan dari kondisi proses adibatik. Misalkan ada dua paket(parcel) udara pada tekanan dan temperatur yang sama. Satu di letakkan di dataran rendah dan satu di dataran tinggi. Sebagaimana kita ketahui udara bertekanan lebih tinggi di daerah bawah. 

Paket 1, di dataran rendah pada tekanan tinggi, maka paket akan terkompresi, akibatnya memanas. Misalkan "memompa"/mengkompres ban sepeda, maka akan terjadi kenaikan temperatur, yang terasa dari adanya panas. 

Paket 2, di dataran tinggi pada tekanan rendah, maka paket terekspansi, membesar, dan merasa lega, akibatnya mendingin. Coba kempeskan ban sepeda dengan menekan pentil, tentu terasa lebih dingin. 

Tambahan, 
Prinsipnya hal ini adalah analog dengan proses adiabatik politropik, 
T2/T1 = (P2/P1)^(n-1)n, n ~ 1,4 
Untuk suatu P2, P1(tetap), dan T1(tetap) tertentu, jika P2 lebih rendah, terlihat bahwa T2 menurun.
1 2 1
2014-09-01T17:43:02+07:00
Karena byk nya pegunungan itulah slh stu pngaruhnya