Jawabanmu

2014-09-01T00:35:12+07:00
Pergerakan bangsa ini sebetulnya sudah dilakukan sejak dulu untuk mengusir penjajah, hanya belum secara bersama-sama dalam 1 komando / masih terpecah. lalu perlahan tapi pasti mulai pergerakan para pemuda, seperti budi oetomo, jong java, sumatera, sunda, bali, dan sebagainya, mereka menginginkan 1 visi dan misi yang sama, yaitu merdeka. mereka menggunakan 2 gerakan, secara gerilya di medan perang dan diplomasi. memang tidak mudah setelah 3,5 abad terjajah oleh belanda.hampir 3,5 tahun lamanya dijajah oleh jepang , membuat jengah, mereka bersatu dan melawan. 17 agustus, merupakan puncak dari segala perjuangan dikala itu, merah putih berkibar, pekik proklamasi dikumandangkan. kemerdekaan mereka raih.
2014-09-01T01:45:49+07:00

Ini adalah Jawaban Tersertifikasi

×
Jawaban tersertifikasi mengandung isi yang handal, dapat dipercaya, dan direkomendasikan secara seksama oleh tim yang ekspert di bidangnya. Brainly memiliki jutaan jawaban dengan kualitas tinggi, semuanya dimoderasi oleh komunitas yang dapat dipercaya, meski demikian jawaban tersertifikasi adalah yang terbaik dari yang terbaik.
Adapun faktor-faktor yang menyebabkan timbulnya pergerakan nasional, antara lain adalah :
a. Faktor yang berasal dari luar negeri (eksternal), antara lain: pada waktu itu pada umumnya bangsa-bangsa di Asia sedang menghadapi imperialisme Barat. Hal inilah yang mendorong bangkitnya nasionalisme Asia. Selain itu kemenangan Jepang dalam perang melawan Rusia tahun 1905 juga membuktikan bahwa ternyata Bangsa Timur dapat juga mengalahkan Bangsa Barat. Disamping adanya gerakan Turki Muda yang bertujuan mencari perbaikan nasib.
b. Faktor yang berasal dari dalam negeri (internal), yaitu adanya rasa tidak puas, penderitaan, rasa kesedihan dan kesengsaraan dari bangsa Indonesia terhadap penjajahan dan penindasan kolonial. Ketidakpuasan itu sebenarnya sudah lama mereka ungkapkan melalui perlawanan bersenjata melawan Belanda di berbagi daerah, antara lain: perlawanan yang dipimpin oleh Pattimura, Teuku Umar, Imam Bonjol, Pangeran Diponegoro dll. Namun perlawanan-perlawanan itu menemui kegagalan karena di antara mereka masih belum ada rasa persatuan nasional. Kegagalan demi kegagalan inilah yang menyadarkan para pemimpin bangsa atau dalam hal ini kaum pergerakan nasional untuk merubah taktik dan strategi perjuangan melawan penjajah dalam mewujudkan cita-cita mereka, yaitu mencapai “Indonesia Merdeka” dengan mendirikan organisasi-organisasi modern.