Jawabanmu

2014-08-31T20:49:22+07:00
1. Asal Usul Nenek Moyang Bangsa Indonesia
Menurut penyelidikan para ahli, nenek moyang
bangsa Indonesia bukan asli dari Indonesia. Jenis
manusia Homo Sapiens ini terbagi atas tiga
subspesies atau ras.
Ras Mongoloid: berkulit kuning, tinggi badan
cukup, hidung menonjol sedikit (tidak mancung,
tetapi juga tidak pesek), menyebar ke Asia Tengah,
Asia Timur, Asia Selatan, dan Asia Tenggara. Ras
Kaukasoid: berkulit putih, tinggi, badan jangkung,
hidung mancung, menyebar di Eropa dan Asia kecil
(Timur Tengah). Ras Negroid: berkulit hitam, bibir
tebal, rambut keriting, menyebar di Afrika,
Australia, dan Iran.
Hasil penyelidikan Von Hiene Geldern tentang
penyebaran kapak persegi, menyimpulkan bahwa
jenis manusia Homo Sapiens bukan asli dari
Indonesia. Nenek moyang bangsa Indonesia
berasal dari daerah Campa, Cochin China,
Kamboja, dan daerah-daerah di sepanjang pantai di
Teluk Tonkin. Sementara itu, kalau dilihat dari
pangkal kebudayaannya, mereka berasal dari
wilayah Yunnan di Tiongkok Selatan. Mereka
termasuk rumpun bangsa Austronesia. Rumpun
bangsa Austronesia terdiri atas dua subspesies/
ras, yaitu ras Mongoloid dan ras Austro
Melanesoid. Mereka inilah nenek moyang bangsa
Indonesia sesungguhnya.
2. Persebaran Nenek Moyang Bangsa Indonesia
Nenek moyang bangsa Indonesia adalah para
pelaut ulung. Sejak 2000 SM hingga 50 SM, terjadi
gelombang perpindahan penduduk dari bagian Asia
(Yunan) ke wilayah nusantara. Pendapat ini
dikuatkan dengan adanya kesamaan hasil
kebudayaan yang ditemukan berupa beliung atau
kapak persegi di Sumatra, Jawa, Kalimantan, dan
Sulawesi bagian barat. Alat berupa kapak persegi
atau beliung ini juga ditemukan di Siam, Malaka,
Burma, Vietnam, Kamboja, dan terutama di
Yunnan.
Penduduk dari Yunnan bergerak ke arah selatan
sampai ke wilayah Vietnam. Sebagian menetap di
wilayah ini, sebagian lagi melanjutkan perjalanan
berlayar untuk mencari tempat tinggal yang baru.
Dengan menggunakan perahu bercadik mereka
secara bergelombang berlayar akhirnya sampai ke
Kepulauan Nusantara. Tersebarlah orang-orang
dari Yunnan itu ke nusantara. Mereka kemudian
menetap dan mengembangkan kebudayaan di
Indonesia.
Info Untukmu! Bagaimana dengan nasib
Pithecantropus atau Meganthropus? Diperkirakan
kedua jenis makhluk ini mengalami kepunahan,
kemudian Tuhan menciptakan manusia jenis Homo
Sapiens. Adanya teori bahwa manusia berasal dari
kera merupakan teori yang tidak mendasar. Untuk
mengetahui lebih lanjut, kalian dapat mempela-jari
berbagai jenis manusia purba melalui buku-buku
di perpustakaan
Ternyata, kedatangan nenek moyang bangsa
Indonesia tidak serempak. Mereka datang secara
bergelombang yang secara garis besar terbagi
dalam dua gelombang.
Gambar perahu bercadik
a. Gelombang Pertama
Gelombang pertama diperkirakan datang sekitar
tahun 2000 SM–1500 SM. Dari Vietnam ini,
rombongan orang-orang dari Yunnan terbagi
menjadi dua kelompok besar. Kelompok pertama
meneruskan perjalanan dan berlayar sampai ke
Malaka, Sumatra, Jawa, Bali, dan tempat-tempat
lain, seperti di Kalimantan Barat. Kemudian,
kelompok yang lain (kelompok kedua) berlayar ke
arah perairan Laut Cina Selatan, terus ke
Kepulauan Filipina, Sulawesi, Maluku sampai ke
Irian.
b. Gelombang Kedua
Kedatangan nenek moyang bangsa Indonesia
gelombang kedua diperkirakan terjadi sekitar tahun
500 SM. Pada waktu itu, orang-orang Austronesia
bergerak dari Tonkin, terus melewati Malaka
(Malaysia) Barat. Mereka menyebar ke Sumatra,
Jawa, Madura, Bali, Kalimantan Barat, Kalimantan
Selatan, dan sekitarnya. Dengan demikian, dapat
ditegaskan bahwa kedatangan nenek moyang
bangsa Indonesia gelombang kedua ini hanya satu
kelompok besar, yaitu orang-orang Austronesia.
Mereka menyebar ke Indonesia melalui Indonesia
bagian barat.