Jawabanmu

2014-08-31T17:14:13+07:00
Kita semua tahu bahwa lebah madu termasuk makhluk hidup seperti itu. Namun ada satu perbedaan asasi antara eksistensi sosial makhluk hidup lain dan eksistensi sosial manusia. Eksistensi sosial makhluk hidup lain selalu statis. Sistem kehidupannya tak mengalami perubahan atau perkembangan, atau dalam kata-kata Morris Metterlink, budayanya—jika ungkapan ini benar—tak mengalami perubahan atau perkembangan. Sebaliknya, kehidupan sosial manusia bukan saja mengalami perkembangan dan perubahan, namun juga berangsur-angsur semakin cepat dan kuat. Itulah sebabnya sejarah kehidupan sosial manusia, dari sudut-sudut yang berbeda, terbagi menjadi periode-periode, dan antara periode yang satu dan yang lain ada perbedaannya. Misal, dari sudut pandang sarana penghidupan, dibagi menjadi periode berburu, periode bertani, periode industri. Dari sudut pandang sistem ekonomi, dibagi menjadi periode komunisme primitif, periode perbudakan, periode feodalisme, periode kapitalisme dan periode sosialisme. Dari sudut pandang politik, dibagi mehjadi periode kekliasaan suku, periode despotisme, periode aristokrasi, dan periode demokrasi. Dari sudut pandang jenis kelamin, dibagi mcnjadi periode matriarki dan periode patriarki. Dan seterusnya. Kenapa pcrkembangan seperti ini tak terjadi pada kehidupan sosial binatang? Faktor asasi mana yang menyebabkan manusia beralih dari satu periode sosial ke periode sosial yang lain? Dengan kata lain, apa yang menyebabkan kehidupan manusia mengalami kemajuan sedangkan kehidupan binatang tidak? Bagaimana mekanisme kemajuan ini? Dalam hubungan ini para filosof sejarah biasanya melontarkan pertanyaan. Mereka bertanya apakah ke­hidupan sosial manusia memang mengalami kemajuan dalam sejarah, dan jika ya, bagaimana kriterianya supaya kita dapat mengukurnya dan meyakininya. Sebagian sosiolog ragu kalau perubahan yang terjadi bisa disebut kemajuan atau evolusi. Sebagian sosiolog lainnya berpendapat bahwa sejarah bergerak melingkar. Menurut mereka, sejarah bergerak dari satu titik, dan setelah melewati beberapa tahap, sampai lagi pada titik yang sama, dan kemudian sekali lagi mulai bergerak dengan cara seperti sebelumnya. Misal, sistem suku dibentuk oleh suku pengembara yang memiliki kemauan dan keberanian. Pemerintahan suku melahirkan aristokrasi. Perbuatan diktatorial pemerintah aristokrasi berpuncak pada revolusi umum dan berdirinya demokrasi. Kemudian kekacauan yang terjadi akibat terlalu banyak kebebasan yang diberikan oleh pemerintah demokratis sekali lagi melahirkan despotisme bersemangatkan suku. Sekarang kami tidak akan membahas masalah ini, karena masalah ini akan dibahas pada kesempatan lain. Sebagai basis untuk telaah lebih lanjut, kami beranggapan bahwa pada umumnya sejarah bergerak maju dan membuat kemajuan. Dapat dikemukakan bahwa mereka yang berpendapat bahwa sejarah itu berjalan ke depan mengakui bahwa gerakan sejarah yang ke depan itu tidak berarti bahwa masa depan semua masyarakat dalam semua keadaan lebih baik dibanding masa lalunya, bahwa masyarakat selalu dan tanpa hcnti bergerak ke depan, dan bahwa tak ada peluang untuk bergerak ke belakang.