Jawabanmu

Jawaban paling cerdas!
2014-08-31T12:30:40+07:00

Ini adalah Jawaban Tersertifikasi

×
Jawaban tersertifikasi mengandung isi yang handal, dapat dipercaya, dan direkomendasikan secara seksama oleh tim yang ekspert di bidangnya. Brainly memiliki jutaan jawaban dengan kualitas tinggi, semuanya dimoderasi oleh komunitas yang dapat dipercaya, meski demikian jawaban tersertifikasi adalah yang terbaik dari yang terbaik.
Orientasi (pengenalan tokoh) , komplikasi (konflik), resolusi (pemecahan masalah)
5 3 5
2014-08-31T12:32:01+07:00

Ini adalah Jawaban Tersertifikasi

×
Jawaban tersertifikasi mengandung isi yang handal, dapat dipercaya, dan direkomendasikan secara seksama oleh tim yang ekspert di bidangnya. Brainly memiliki jutaan jawaban dengan kualitas tinggi, semuanya dimoderasi oleh komunitas yang dapat dipercaya, meski demikian jawaban tersertifikasi adalah yang terbaik dari yang terbaik.

Bagian abstrak merupakan ringkasan atau inti cerita. Abstrak pada sebuah teks
cerita pendek bersifat opsional. Artinya sebuah teks cerpen bisa saja tidak melalui
tahapan ini. Pada cerpen “Juru Masak” digambarkan begitu pentingnya kehadiran
Makaji, sang juru masak, dalam sebuah perhelatan. Racikan bumbunya tidak ada yang
bisa menandingi. Masakan tanpa campur tangannya akan terasa tidak nikmat. Hal ini
ternyata sangat berpengaruh pada kelangsungan kesuksesan perhelatan.
Tugas kalian selanjutnya adalah mendekonstruksi tiap tahapan struktur
yang membangun teks cerpen tersebut secara detail. Dengan begitu, kalian bisa
mengungkapkan fungsi masing-masing struktur pada teks cerpen itu. Bacalah sekali
lagi cerpen “Juru Masak” tersebut dengan saksama, kemudian tuliskan masing-masing
fungsi struktur dalam tahapan pembangunan teks cerpen pada kolom di bawah ini.
Tahapan orientasi merupakan struktur yang berisi pengenalan latar cerita berkaitan
dengan waktu, ruang, dan suasana terjadinya peristiwa dalam cerpen. Latar digunakan
pengarang untuk menghidupkan cerita dan meyakinkan pembaca. Dengan kata lain,
latar merupakan sarana pengekspresian watak, baik secara fisik maupun psikis.
Selanjutnya, kalian menginjak komplikasi. Apa yang dimaksud dengan komplikasi?
Komplikasi berisi urutan kejadian, tetapi setiap kejadian itu hanya dihubungkan secara
sebab akibat. Peristiwa yang satu disebabkan atau menyebabkan terjadinya peristiwa
yang lain. Pada tahapan struktur ini, kalian akan mendapati karakter atau watak pelaku
cerita yang oleh pembaca ditafsirkan memiliki kualitas moral dan kecenderungan
tertentu dan hal itu diekspresikan dalam ucapan dan tindakan tokoh. Dalam komplikasi
itulah berbagai kerumitan bermunculan.
Kerumitan tersebut bisa saja terdiri lebih dari satu konfik. Berbagai konflik ini pada
akhirnya akan mengarah pada klimaks, yaitu saat sebuah konflik mencapai tingkat intensitas
tertinggi. Klimaks ini merupakan keadaan yang mempertemukan berbagai konflik dan
menentukan bagaimana konflik tersebut diselesaikan dalam sebuah cerita. Untuk mencapai
sebuah selesaian atau leraian, diperlukan evaluasi. Pada tahapan evaluasi ini, konflik yang terjadi diarahkan pada pemecahannya sehingga mulai tampak penyelesaiannya.
Setelah itu, kalian akan mengenal struktur berikutnya, yaitu resolusi. Pada
resolusi, pengarang akan mengungkapkan solusi dari berbagai konflik yang dialami
tokoh. Resolusi berkaitan dengan koda. Ada juga yang menyebut koda dengan istilah
reorientasi. Koda merupakan nilai-nilai atau pelajaran yang dapat dipetik oleh pembaca
dari sebuah teks. Sama halnya dengan tahapan abstrak, koda ini bersifat opsional.
Sekarang kalian sudah memahami struktur sebuah teks cerita pendek. Struktur
rangkaian kejadian dalam cerita pendek sering disebut dengan alur atau plot. Rangkaian
kejadian ini disusun sebagai sebuah interrelasi fungsional yang sekaligus menandai
urutan bagian dalam keseluruhan cerita. Dengan demikian, alur itu merupakan
perpaduan antara unsur-unsur yang membangun cerita sehingga merupakan kerangka
utama cerita. Dalam pengertian ini, alur merupakan suatu jalur tempat lewatnya rentetan
peristiwa yang merupakan rangkaian pola tindak-tanduk yang berusaha memecahkan
konflik yang terdapat di dalamnya.
Menurut Nurgiyantoro (1988), terdapat dua teknik penyampaian cerita, yaitu alur
progresif atau alur lurus, yang mengisahkan rangkaian peristiwa secara kronologis, dan
alur regresif (flashback) atau sorot balik, yang urutan peristiwa ceritanya tidak kronologis
atau tidak berurutan
8 3 8