Jawabanmu

2014-08-30T20:28:36+07:00

Ini adalah Jawaban Tersertifikasi

×
Jawaban tersertifikasi mengandung isi yang handal, dapat dipercaya, dan direkomendasikan secara seksama oleh tim yang ekspert di bidangnya. Brainly memiliki jutaan jawaban dengan kualitas tinggi, semuanya dimoderasi oleh komunitas yang dapat dipercaya, meski demikian jawaban tersertifikasi adalah yang terbaik dari yang terbaik.
1) Tanah gambut (organosol) 
Ciri-ciri :
Tanah gambut berwarna hitam, memiliki kandungan air dan bahan organik yang tinggi, memiliki pH atau tingkat keasaman yang tinggi, miskin unsur hara, drainase jelek, dan pada umumnya kurang begitu subur.

) Tanah latosol 
Jenis Tanah Latosol Ciri-ciri :
Tanah latosol berwarna merah kecokelatan, memiliki profil tanah yang dalam, mudah menyerap  air, memiliki pH 6 – 7 (netral) hingga asam, memiliki zat fosfat yang mudah bersenyawa dengan unsur besi dan aluminium, kadar humusnya mudah menurun. Jenis tanah ini pada dasarnya merupakan bentuk pelapukan dari batuan vulkanis.


Persebaran :
Tersebar di kawasan Bukit Barisan (Sumatra), Jawa, Kalimantan Timur dan Selatan, Bali, Papua, dan Sulawesi.

Pemanfaatan : --

2014-08-30T20:56:57+07:00

Ini adalah Jawaban Tersertifikasi

×
Jawaban tersertifikasi mengandung isi yang handal, dapat dipercaya, dan direkomendasikan secara seksama oleh tim yang ekspert di bidangnya. Brainly memiliki jutaan jawaban dengan kualitas tinggi, semuanya dimoderasi oleh komunitas yang dapat dipercaya, meski demikian jawaban tersertifikasi adalah yang terbaik dari yang terbaik.
1. Tanah Kapur Tanah kapur adalah tanah yang terbuat dari pelapukan batuan kapur. Tanah kapur sangat mudah dilalui oleh air dan sedikit sekali mengandung humus. Tanah jenis ini cocok untuk pertumbuhan pohon jati. 2. Tanah Humus Tanah Humus adalah tanah yang berada di lapisan atas bumi, bersifat gembur dan warnanya gelap. Tanah humus terbentuk dari pembusukan tumbuhan-tumbuhan yang telah mati. Tanah humus banyak ditemukan di hutan tropis termasuk di Indonesia. Inilah mengapa Indonesia dijuluki tanah surga, karena tanahnya sangat subur. 3. Tanah Vulkanik Tanah Vulkanik biasanya banyak dijumpai di lereng gunung berapi. Tanah ini terbentuk dari material abu yang tertinggal setelah terjadi letusan gunung berapi. Tanah ini memang bersifat sangat subur dan sangat cocok untuk bercocok tanam. Warga Daerah Istimewa Yogyakarta sangat bersyukur karena dianugerahi gunung berapi yang setelah meletus dapat membuat tanah subur. 4. Tanah Gambut Tanah gambut adalah tanah yang terbentuk di daerah rawa. Tanah ini bersifat asam, bertekstur lunak, basah dan berwarna gelap. Tanah gambut kurang subur sehingga tak cocok untuk pertanian. 5. Tanah Pasir Tanah Pasir bersifat porous atau sangat mudah dilalui air. Tanah ini terbentuk dari pelapukan batu-batuan. Tanah pasir sangat kurang baik bagi pertanian, karena hanya sedikit sekali mengandung humus, tetapi cocok untuk bahan bangunan. Memang pasir adalah bahan yang utama untuk membuat bangunan. 6. Tanah Podzolik Tanah Podzolik sangat mudah ditemukan di pegunungan yang bercurah tinggi dan juga beriklim sedang. Tanah podzolik ini terbetuk dari pelapukan batuan yang mengandung banyak kuarsa sehingga warna tanah ini kecoklatan. Tanah ini kurang subur karena mineral terbawa oleh air ketika hujan turun. 7. Tanah Liat Tanah liat atau orang jawa biasa menyebutnya lempung terdiri atas butiran-butiran liat yang halus sehingga bersifat liat. Tanah ini sulit sekali dilalui air dan bahkan tidak bisa dilewati ketika sudah diolah, tanah liat mudah dibentuk sehingga dimanfaatkan untuk membuat gerabah. 8. Tanah Laterit Tanah Laterit adalah tanah yang berada di lapisan tanah bawah. Tanah ini tidak subur dan berwarna kemera-merahan. 9. Tanah Aluvial Tanah Aluvial atau disebut juga tanah endapan. Tanah ini terbentuk dari endapan lumpur yang terbawa air hujan ke dataran rendah. Tanah ini sifatnya subur karena terbentuk dari kikisan tanah humus.

Baca Selengkapnya di: http://klikpintar.com/sains/inilah-jenis-jenis-tanah-dan-pengertiannya/
Copyright © KlikPintar.com



1 5 1