Jawabanmu

2013-12-24T00:24:47+07:00
Proses evolusi dapat terjadi karena adanya seleksi alam dan mutasi genetika. seleksi alam mendorong individu untuk tetap bertahan hidup di alamnya, salah satu cara untuk melakukannya yaitu merubah susunan genetika makhluk hidup tersebut, menjadi varietas yang unggul dan dapat bertahan hidup di lingkungannya,
contohnya pada evolusi kera menjadi manusia purba, saat dahulu kera hanya memakan sayur dan buah-buahan, seiring dengan semakin langkanya sayur dan buah-buahan, maka kera tersebut harus mencari cara untuk bertahan hidup, yaitu mencari makanan lain. akhirnya para kera tersebut mulai belajar cara berburu, karena untuk berburu harus dilakukan dengan berdiri, lama kelamaan hal itu menjadi kebiasaan, sehingga otot dan bentuk kakinya berubah untuk berdiri, nah otomatis gen yang dibawa kera tersebut juga berubah, sehingga ketika dia mempunyai anak, tentu saja anaknya sudah mempunyai kemampuan untuk berdiri. ya kira-kira seperti itu, 
2013-12-24T00:44:26+07:00
Mekanisme Evolusi
Evolusi terjadi antara lain karena adanya variasi gen karena adanya seleksi alam dan atau seleksi buatan. Seleksi alam terjadi karena semata-mata faktor alam atau terjadinya secara alami, sedangkan seleksi buatan karena terjadinya semata-mata akibat campur tangan manusia.
Berdasarkan perkembangan terakhir ada dua terjadinya variasi genetika, yaitu adanya mutasi gen dan adanya rekombinasi gen-gen dalam keturunan baru. Mutasi dapat diartikan adanya perubahan struktur gen (DNA) yang dapat menyebabkan terjadinya perubahan karakteristik suatu organisme yang bersifat menurun sebab mutasi bisa terjadi secara kemis, fisik atau biologis. Sedang rekombinasi gen adalah akibat terjadinya perkawinan silang yang dimingkinkan terjadinya varietas baru.Disamping cara-cara diatas ada usaha domestikasi yaitu menjadikan tumbuhan /binatang liar menjadi tanaman/hewan dapat dobudidayakan/diternakkan. Pada dasarnya tindakan ini memindahkan makhluk hidup dar lingkungan aslinya kelingkungan yang diciptakan manusia. Akibatnya sifat-sifat hewan lambat laun akan berubah dan dapat terbentuk varietas baru. Teori ini telah berkembang terutama dalam bidang pertanian, peternakan untuk memproleh bibit unggul sesuai yang dikehendaki.