PROSESI RITUAL TABOT

1. Mengambil Tanah ( 1 Muharam pkl 22:00 WIB)
2. Duduk Penja ( 5 Muharam pkl 16:00 WIB)
1. Mengambil Tanah (1 Muharam pkl 22:00 WIB)3. Meradai ( 6 Muharam pkl 07:00-17:00 WIB)
4. Manjara ( 6-7 Muharam pkl 20:00 – 23:00 WIB)
5. Arak Penja ( 8 Muharam pkl 19:00-21:00
1. Mengambil Tanah ( 1 Muharam pkl 22:00 WIB) 2. Duduk Penja ( 5 Muharam pkl 16:00 WIB) 3. Meradai ( 6 Muharam pkl 07:00-17:00 WIB) 4. Manjara ( 6-7 Muharam pkl 20:00 – 23:00 WIB)
5. Arak Penja ( 8 Muharam pkl 19:00-21:00 WIB) 6. Arak Serban ( 9 Muharam pkl 19:00-21:00 WIB) 7. Gam 8. Arak Gedang ( 9 Muharam atau malam 10 Muharam) 9. Tabot Terbuang
1. Mengambil Tanah ( 1 Muharam pkl 22:00 WIB) 2. Duduk Penja ( 5 Muharam pkl 16:00 WIB) 3. Meradai ( 6 Muharam pkl 07:00-17:00 WIB) 4. Manjara ( 6-7 Muharam pkl 20:00 – 23:00 WIB) 5. Arak Penja ( 8 Muharam pkl 19:00-21:00 WIB) 6. Arak Serban ( 9 Muharam pkl 19:00-21:00 WIB) 7. Gam 8. Arak Gedang ( 9 Muharam atau malam 10 Muharam) 9. Tabot Terbuang

Jawabanmu

2014-02-23T13:15:12+07:00
Perayaan Tabot pada mulanya dibawa dan dikembangkan oleh orang-orang India asal Siphoy yang datang bersama datangnya tentara Inggris ke Bengkulu tahun 1685. Mereka datang ke Bengkulu dari Madras-Benggali India bagian selatan, bersama-sama bangsa Inggris semasa pendudukannya di Bengkulu. Salah satu pendatang tersebut adalah Ulama Syiah bernama Syeh Burhanuddin yang kemudian lebih dikenal dengan nama Imam Senggolo.  Seperti telah diuraikan sebelumnya, nama "Tabut" berasal dari kata Arab yaitu Tabut, yang secara harfiah berarti Kotak Kayu atau Peti. Konon menurut kepercayaan kaum Bani Israil pada waktu itu bahwa bila Tabut ini muncul dan berada di tangan pemimpin mereka, akan mendatangkan kebaikan bagi mereka. Namun sebaliknya bila Tabut tersebut hilang maka akan dapat mendatangkan malapeta bagi mereka.Karena upacara ini sudah cukup lama tumbuh dan berkembang di sebagian masyarakat Kota Bengkulu, maka akhirnya dipandang sebagai upacara tradisional orang Bengkulu. Baik dari kalangan kaum Sipai maupun oleh seluruh masyarakat Melayu Bengkulu. Dengan demikian jadilah Upacara Tabot sebagai Upacara Tradisional dari suku Melayu Bengkulu.Di Bengkulu sendiri, upacara Tabot ini merupakan upacara hari berkabung atas gugurnya Syaid Agung Husien bin Ali bin Abi Thalib, salah seorang cucu Nabi Muhammad SAW. Inti dari upacara tersebut adalah mengenang usaha dan upaya para pemimpin Syi'ah dan kaumnya yang berupaya mengumpulkan bagian-bagian dari jenazah Husien. Setelah semua bagian tubuhnya terkumpul kemudian diarak dan dimakamkan di Padang Karbala. Seluruh upacara berlangsung selama 10 hari, yaitu dari tanggal 01 sampai dengan 10 Muharram. Adapun tahapan dari upacara Tabot tersebut adalah sebagai berikut : Mengambil Tanah, Duduk Penja, Meradai, Merajang, Arak Penja, Arak Serban, Gam (masa tenang/berkabung) dan Arak Gedang serta Tabot terbuang.