Jawabanmu

2014-08-28T18:52:45+07:00
Di siang hari benda-benda menyerap panas dari matahari. Udara yang panas ini akan menahan uap air. Sedangkan di malam hari benda-benda kehilangan panas. Udara yang lebih dingin tidak dapat menahan uap air sebanyak udara yang lebih hangat. Kelebihan uap air itu kemudian berubah menjadi embun dan melekat di atas benda-benda yang dilewatinya.
2 3 2
2014-08-28T18:52:45+07:00
Begini, udara memiliki satu titik jenuh di mana ia tidak dapat lagi menampung uap air ebih banyak dan sebagian uap tersebut kembali berubah menjadi titik-titik air. 
Kondisi itu umumnya terjadi saat udara sudah tidak dapat menampung uap air lagi. Akan tetapi, ternyata menurunkan suhu udara juga bisa menyebabkannya 
berada di titik jenuh. Titik jenuh akibat penurunan suhu udara ini kita kenal sebagai titik embun. Pada malam hari, selain 
suhu udaranya lebih dingin, umumnya tidak banyak angin yang berhembus. Saat tidak ada angin yang berhembus, uap air akan lebih mudah menempel pada 
benda-benda tertentu, 
seperti daun, rumput, atau mobil. Benda-benda tersebut umumnya akan bersuhu dingin juga di malam hari. Akibatnya, suhu 
dingin dari benda tersebut akan membuat uap-uap air 
yang menempel pada benda itu menjadi jenuh dan berubah kembali menjadi titik-titik air. Titik-titik air inilah yang kita lihat sebagai embun di pagi hari

Maaf kalo salah
1 5 1