Jawabanmu

2014-08-28T18:44:33+07:00
Tanah Vertikal
1. Lapisan tanah atas Lapisan tanah atas disebut juga topsoil, merupakan lapisan tanah yang paling subur, berwarna cokelat kehitam-hitaman, gembur, dan memiliki ketebalan hingga 30 cm. Pada lapisan inilah berkembang aktivitas organisme tanah. Kesuburan tanah lapisan ini disebabkan pengaruh humus (bunga tanah), yaitu campuran sisa tumbuhan dan hewan yang telah mati dan membusuk di dalam lapisan atas.
2. Lapisan tanah bawah Lapisan tanah bawah disebut juga subsoil, merupakan lapisan tanah yang berada tepat di bawah lapisan topsoil. Lapisan ini kurang subur, kandungan zat makanan sangat sedikit, berwarna kemerahan atau lebih terang, strukturnya lebih padat, dan memiliki ketebalan antara 50 - 60 cm. Aktivitas organisme dalam tanah mulai berkurang. Hanya tanaman keras yang berakar tunggang saja yang mampu mencapainya.
3. Lapisan bahan induk tanah Lapisan bahan induk tanah disebut juga regolith, merupakan asal atau induk dari lapisan tanah bawah, berwarna kelabu keputih-putihan, bersifat kurang subur, strukturnya sangat keras, dan sulit ditembus sistem perakaran. Di lereng-lerang pegunungan lapisan ini seringkali terlihat dengan jelas. Lapisan tanah ini sulit dibudidayakan dan hanya akan menghasilkan tanaman yang kerdil
4. Lapisan batuan induk Lapisan batuan induk disebut juga bedrock, merupakan bentuk batuan pejal yang belum mengalami proses pemecahan, terletak di lapisan paling bawah, sehingga jarang dijumpai manusia. Akan tetapi di pegunungan lipatan atau patahan, lapisan ini terkadang terlihat, lahan tersebut merupakan lahan yang tandus dan tidak dapat ditanami karena merupakan lapisan batuan.
Tanah Horizontal

1. Tanah gambut (organosol) Tanah gambut berwarna hitam, kandungan air dan bahan organik tinggi, pH atau tingkat keasaman  tinggi, miskin unsur hara, drainase jelek, dan kurang subur, terdapat di Kalimantan Selatan, Sumatra Selatan, Riau, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Jambi, Kalimantan Timur, dan Papua bagian Selatan. Pemanfaatannya terbatas untuk pertanian perkebunan seperti karet, kelapa dan palawija.
2. Tanah latosol Tanah latosol berwarna merah kecokelatan, memiliki profil tanah yang dalam, mudah menyerap air, memiliki pH 6 – 7 (netral) hingga asam, memiliki zat fosfat yang mudah bersenyawa dengan unsur besi dan aluminium, kadar humusnya mudah menurun. Tersebar di kawasan Bukit Barisan (Sumatra), Jawa, Kalimantan Timur dan Selatan, Bali, Papua, dan Sulawesi. Jenis tanah ini merupakan bentuk pelapukan batuan vulkanis.
3. Tanah regosol
4. Tanah aluvial
5. Tanah litosol
6. Tanah grumusol
7. Tanah andosol
8. Tanah podzolik merah-kuning
9. Tanah rendzina


1 5 1