Jawabanmu

2014-08-28T13:21:53+07:00
Panggilan akrabnya Ado, nama lengkapnya Andri
Aryansah, seorang lelaki yang hanya mengecap
pendidikan SD ini berhasil menjadi usahawan
sukses dengan omzet per bulan mencapai Rp 100
juta. Semuanya dilalui dengan tidak menyenangkan. Ia
masih ingat bagaimana harus sering memakai
sandal jepit untuk sekolah jika musim hujan, sebab
sepatu Ado hanya satu. Jika basah ia tak punya
sepatu pengganti dan terpaksa mengenakan sandal. Ia juga masih ingat dengan lekat bagaimana
rasanya berjalan kaki ketika ke sekolah dan
bermain, sementara teman-temannya bergembira
naik sepeda. Itulah sedikit pengalaman pahitnya di
masa kecil, dari sekian banyak pengalaman pahit
yang dirasakannya. Kesedihan Ado berujung ketika ia lulus SD pada 1999. Bapaknya yang hanya bekerja sebagai buruh
bangunan tak mampu membiayai lagi sekolahnya.
Dengan terpaksa dia tidak melanjutkan jenjang
SMP. Dua tahun kemudian, ia meninggalkan kota
kelahirannya Garut menuju Bandung untuk mengadu
nasib. Alasannya dia tak mau merepotkan orangtuanya.
Pekerjaan pertamanya di Bandung bukanlah
pekerjaan yang membanggakan bagi seorang
remaja sepertinya. Ia menjadi pembantu rumah
tangga (PRT) di daerah Dipati Ukur, Bandung.
Pekerjaan itu dia lalui selama tiga tahun. Pada 2004 Ado “naik pangkat” dengan bekerja di Record Man,
sebuah toko pakaian yang identik dengan musik
cadas. Kejujuran dan kerja kerasnya membuat Ado
dipromosikan hingga menjadi manajer toko tersebut.
Setelah bekerja di Record Man selama 7 tahun, Ado
memutuskan untuk keluar dari tempatnya bekerja.
“Saya sih tidak mau terus-terusan kerja pada orang.
Ingin punya usaha sendiri. Lagipula saya sudah punya pengalaman di bidang pakaian, jadi tahu
seluk-beluk bisnisnya,” kata Aldo. Bermodal tabungan sebesar Rp 2,5 juta ia mulai
menyewa los di Plaza Parahyangan berukuran 3×3
dengan biaya sewa Rp 1,4 juta. Meski baru pertama
menjalankan usaha, Ado mengaku yakin bahwa dia
akan berhasil. Meski modal uangnya sedikit, Ado
memiliki modal lain yang lebih penting dari uang yaitu pengalaman dan jaringan. Ia punya
pengalaman selama 7 tahun di industri ini dan ia
punya jaringan pemasok maupun pelanggan. Ado
menggandeng teman-temannya musisi musik metal
untuk dibuatkan merchandise. Ado merupakan seorang pengemar musik cadas.
Usaha merchandise tersebut ternyata membawa
berkah bagi dirinya. Dalam waktu relatif singkat
usahanya menanjak. Sebagai pengusaha, Ado
belajar melihat tren di pasaran. Ketika persaingan di
bisnis merchandise band mulai ketat, Ado mencari ide lain. Dia pun kemudian melakukan diversifikasi
desain kaos dengan membuat desain-desain
bergaya Sunda. Tapi kaos bergaya metal tetap dia jalankan. Kejelian
melihat peluang inilah yang membuat Ado bisa
bertahan hingga sekarang. Perlahan tapi pasti,
usahanya terus berkembang. Omzet yang awalnya
jutaan berkembang menjadi belasan dan puluhan
juta rupiah. Dan sekarang menurut Ado angkanya sudah
menyentuh Rp 100 juta per bulan. Meski usahanya
sudah maju dan omzetnya menggelembung, tapi
Ado mengaku tetap hidup sederhana. Pengalaman
di masa lalu mengajarinya untuk hidup sederhana.
Kesabaran dan keuletan Ado terbayar sekarang ini. Pesan : Success is my right! Begitu slogan seorang
motivator kondang tentang sebuah kesuksesan. Yah, kata-kata itu bukan bualan belaka, siapa pun
berhak untuk sukses, apa pun latar belakangnya