Jawabanmu

2014-08-27T20:08:16+07:00
Ibnu Battuta adalah seorang petualang yang terkenal  dengan berbagai macam kisah perjalanannya mengelilingi dunia. Dia dilahirkan pada sebuah keluarga sarjana Hukum Islam di Tangier, Maroko, pada 25 Februari 1304. Saat itu, Maroko dikuasai kekuasan Dinasti Marinid. 

Sebagai seorang pemuda sekaligus pelajar yang sangat berbakat, dia juga telah menyelesaikan studinya di sekolah Sunni Maliki yang mengajarkan perihal hukum Islam yang dominan di Afrika Utara, pada saat itu.

PadaJuni 1325, ketika Ibnu Battuta genap berusia dua puluh satu tahun, dia melakukan perjalanan dari kota kelahirannya dengan tujuan pergi melaksanakan ibadah haji menuju ke Tanah Suci Makkah. Perjalanan tersebut berlangsung selama 16 bulan, tetapi dia rupanya tidakmelihat Maroko selama 24 tahun.

Perjalanan Ibnu Battuta menuju Mekah dilakukan melalui jalan darat. Dia berjalan menyusuri pantai Afrika Utara, lalu menyeberangi wilayah kekuasaan  Kesultanan Abd al-Wadid dan Hafsid. Rutenya melewati Tlemcen, Bejaia dan kemudian ke Tunisia di mana dia tinggal di wilayah tersebut selama dua bulan. 

Guna menghindari berbagai macam risiko kejahatan seperti diserang para perampok, dia memilih untuk melakukan perjalanan dengan sebuah kafilah. Sehingga banyak orang yang ikut menemani perjalanannya. Di Sfax, Ibnu Battuta menikah untuk yang pertama kalinya dari beberapa kali pernikahan yang dilakukannya dalam perjalanan yang panjang.

Pada awal musim semi 1326, setelah Ibnu Battuta melakukan perjalanan sejauh lebih dari 3.500 km, dia mengunjungi Pelabuhan Iskandariyah, yang merupakan bagian dari Kerajaan Mamluk Bahri. Dia menghabiskan beberapa pekan mengunjungi situs-situs yang terdapat di wilayah tersebut dan kemudian menuju pedalaman wilayah tersebut. 

Lalu dia menuju Kairo, kota penting yang besar dan ibukota Dinasti Mamluk, di Kairo dia tinggal selama sekitar sebulan. Dalam wilayah Mamluk, perjalanan relatif aman. Secara umum, terdapat tiga rute umum yang biasanya digunakan dari Kairo menuju ke Makkah. Ibnu Battuta memilih rute perjalanan ke Nil, kemudian ke timur lewat darat ke pelabuhan Laut Merah Aydhab. 

Namun, ketika mendekati kota, ia dipaksa untuk kembali ke Kairo karena pemberontakan lokal. Kembali ke Kairo, dia mengambil rute lain menuju Makkah. Dia juga menuju Damaskus dan  bertemu dengan seorang laki-laki suci selama perjalanan pertamanya. Dia mengatakan, Ibnu Battuta hanya akan mencapai Makkah, setelah melakukan perjalanan melalui Suriah.

Lantaran melalui Suriah, dia bisa mengunjungi tempat-tempat suci sepanjang rute Hebron, Yerusalem, dan Betlehem. Dinasti Mamluk juga memastikan keamanan perjalan bagi orang-orang yang naik haji. Ibnu Battuta menghabiskan bulan Ramadan di Damaskus, lalu bergabung dengan kafilah perjalanan dari Damaskus ke Madinah, tempat pemakaman Nabi Muhammad. 

Setelah empat hari, dia melanjutkan perjalanan ke Makkah. Di sana ia menyelesaikan ritual ibadah haji. Setelah itu dia memutuskan pulang ke tanah kelahirannya. Setelah Ibn Battuta menyelesaikan buku Rihla pada tahun 1355, dia diangkat menjadi hakim di Maroko. Lalu dia meninggal di Maroko pada 1368.
1 5 1