Jawabanmu

2014-02-17T23:25:24+07:00

Ini adalah Jawaban Tersertifikasi

×
Jawaban tersertifikasi mengandung isi yang handal, dapat dipercaya, dan direkomendasikan secara seksama oleh tim yang ekspert di bidangnya. Brainly memiliki jutaan jawaban dengan kualitas tinggi, semuanya dimoderasi oleh komunitas yang dapat dipercaya, meski demikian jawaban tersertifikasi adalah yang terbaik dari yang terbaik.
Saya dan 5 sahabat saya dari suku berbeda2 masuk ke sebuah warung angkringan. 
Masing2 memesan minuman yang berbeda-beda 

Pelayan: Mau minum apa mas2 sekalian? 

Saya (Orang Jawa): Mari 'MAS'. 

Andi (Orang Bugis) : Krating 'Daeng'. 

Joe (Orang Manado) : Extra 'Jo'. 

La Nyala (Orang Buton) : 'La' Segar. 

Patrick (Orang Papua) : 'Ale-ale'. 

Teman saya Glen yang orang Ambon bingung karena semua memesan minuman dengan ciri khas daerah masing2. Karena nggak mau kalah dia teriak.. 'Beta' Din...!!
2014-02-18T00:17:42+07:00
RIBA BANK
Kenapa bank konvensional dikatakan riba?1. Saya nak beli rumah.
2. Saya ke bank, dapatkan PINJAMAN.
3. Bank beri pinjaman, dalam akad dinyatakan, saya perlu bayar balik dengan interest.
4. Interest yang saya bayar adalah lebih rendah, tetapi riba.
Cuma ada 1 transaksi jual beli, saya membeli rumah dengan duit yang dipinjam dari bank.Bagaimana bank-bank islami lari dari riba1. Saya nak beli rumah.
2. Saya ke bank, cakap nak dapatkan pembiayaan beli rumah.
3. Bank cakap boleh. Bank, melalui saya dan peguam, beli rumah dari pemaju. Dengan ini, bank beli rumah.
4. Bank jual kembali rumah kepada saya dengan mendapatkan keuntungan kepadanya.
5. Saya bayar harga yang lebih tinggi secara keseluruhan, tapi bebas riba.
Ada 2 transaksi jual beli, saya membeli rumah yang dibeli oleh bank.Isu dua:Pembiayaan peribadi dengan bank.Orang yang dekat dengan saya ingin berniaga. Setelah melihat prospeknya, saya ingin melabur dengan beliau.Maka saya ke:A
1. Bank konvensional.
2. Dapatkan PINJAMAN 30 ribu.
3. Bayar balik 34 ribu dalam masa 9 tahun secara ansuran.
Saya dapat rm30 ribu, perlu bayar 34 ribu dengan riba.Atau,Saya keB
1. Bank islami
2. Mohon pembiayaan 30ribu
3. Bank cakap, boleh, tapi kena beli sijil (atau apa-apa) dari bank dengan nilai 35 ribu dengan bayaran tangguh (ansuran) selama 9 tahun.
4. Sijil (atau apa-apa) itu boleh dijual kepada pihak ketiga (biasanya lantikan bank) dengan harga 30 ribu secara tunai.
Saya dapat rm30 ribu, perlu bayar m35 ribu tanpa riba.Begitulah.[* Bagaimana kalau bank sendiri yang membeli sijil (atau sesuatu) yang dia jual kepada kita?Atau contoh mudah, Mamat datang kepada saya nak dapatkan duit. Saya jual sehelai baju race-for-life saya kepada Mamat dengan harga rm50, bayar ansuran. Mamat setuju beli baju tersebut dari saya, dengan harga rm50 ansuran. Setelah itu, saya membeli semula baju itu dari mamat dengan harga rm40 tunai. Mamat dapat tunai rm40, perlu bayar ansuran berjumlah rm50, dan saya dapat untung berjumlah rm10.Inilah sebenarnya yang menjadi pertikaian antara ulama tentang keboleh/keharusannya]