Jawabanmu

2014-08-27T18:28:27+07:00
Sejarah Pancasila,
Kata “Pancasila” terdiri atas dua
kata dari bahasa sansekerta yaitu
palica yang artinya lima dan sila
artinya asas atau prinsip. Jadi
pancasila dalam arti keseluruhan
adalah 5 prinsip atau asas, dan
kelima prinsip tersebut telah menjadi
rumusan dan pedoman kehidupan
dalam berbangsa dan bernegara bagi
seluruh warga Indonesia. Maka dari
itu kita sebagai warga Negara
Indonesia sangatlah penting
mempelajari sejarah perumusan
pancasila sebagai dasar ideology
Negara Indonesia tercinta ini. Dalam
perjalanan sejarah, pancasila
mempunyai sejarah yang sangat
panjang tentang terbentuknya
perumusan-perumusan pancasila
dalam ketatanegaraan Indonesia.
Menurut wikipedia, dalam upaya
merumuskan pancaila sebagai dasar
Negara yang resmi, terdapat usulan-
usulan pribadi yang dikemukakan
dalam Badan Penyelidik Usaha
Persiapan Kemerdekaan Indonesia
yaitu :
Lima Dasar oleh Muhammad Yamin,
yang berpidato pada tanggal 29 Mei
1945. Yamin merumuskan lima dasar
sebagai berikut: Peri Kebangsaan,
Peri Kemanusiaan, Peri Ketuhanan,
Peri Kerakyatan, dan Kesejahteraan
Rakyat. Dia menyatakan bahwa
kelima sila yang dirumuskan itu
berakar pada sejarah, peradaban,
agama, dan hidup ketatanegaraan
yang telah lama berkembang di
Indonesia. Mohammad Hatta dalam
memoarnya meragukan pidato Yamin
tersebut.
Panca Sila oleh Soekarno yang
dikemukakan pada tanggal 1 Juni
1945. Sukarno mengemukakan
dasar-dasar sebagai berikut:
Kebangsaan; Internasionalisme;
Mufakat, dasar perwakilan, dasar
permusyawaratan; Kesejahteraan;
Ketuhanan. Nama Pancasila itu
diucapkan oleh Soekarno dalam
pidatonya pada tanggal 1 Juni itu,
katanya: Sekarang banyaknya prinsip
kebangsaan, internasionalisme,
mufakat, kesejahteraan, dan
ketuhanan, lima bilangannya.
Namanya bukan Panca Dharma,
tetapi saya namakan ini dengan
petunjuk seorang teman kita ahli
bahasa – namanya ialah Pancasila.
Sila artinya azas atau dasar, dan
diatas kelima dasar itulah kita
mendirikan negara Indonesia, kekal
dan abadi.
Setelah Rumusan Pancasila diterima
sebagai dasar negara secara resmi
beberapa dokumen penetapannya
ialah :
1. Rumusan Pertama : Piagam
Jakarta (Jakarta Charter) –
tanggal 22 Juni 1945
2. Rumusan Kedua : Pembukaan
Undang-undang Dasar – tanggal
18 Agustus 1945
3. Rumusan Ketiga : Mukaddimah
Konstitusi Republik Indonesia
Serikat – tanggal 27 Desember
1949
4. Rumusan Keempat : Mukaddimah
Undang-undang Dasar Sementara
– tanggal 15 Agustus 1950
5. Rumusan Kelima : Rumusan
Kedua yang dijiwai oleh
Rumusan Pertama (merujuk
Dekrit Presiden 5 Juli 1959)
Hari Kesaksian Pancasila
Pada tanggal 30 September 1965,
adalah awal dari Gerakan 30
September (G30SPKI).
Pemberontakan ini merupakan wujud
usaha mengubah unsur Pancasila
menjadi ideologi komunis. Hari itu,
enam Jendral dan berberapa orang
lainnya dibunuh sebagai upaya
kudeta. Namun berkat kesadaran
untuk mempertahankan Pancasila
maka upaya tersebut mengalami
kegagalan. Maka 30 September
diperingati sebagai Hari Peringatan
Gerakan 30 September[ [G30S-PKI] ]
dan tanggal 1 Oktober ditetapkan
sebagai Hari Kesaktian Pancasila,
memperingati bahwa dasar
Indonesia, Pancasila, adalah sakti,
tak tergantikan.
Butir-Butir Pengamalan Pancasila
Ketetapan MPR no. II/MPR/1978
tentang Ekaprasetia Pancakarsa
menjabarkan kelima asas dalam
Pancasila menjadi 45 butir
pengamalan sebagai pedoman
praktis bagi pelaksanaan Pancasila.
Tidak pernah dipublikasikan kajian
mengenai apakah butir-butir ini
benar-benar diamalkan dalam
keseharian warga Indonesia.
1 5 1